Ribuan Orang Nikmati Festival Musik di Wuhan, Banyak yang Tak Pakai Masker
pixabay.com/Ilustrasi
Dunia
Pandemi Virus Corona

Tahun ini, festival musik bertajuk 'Strawberry Music Festival' tersebut kembali digelar secara langsung. Sebelumnya, acara tersebut terpaksa digelar online pada tahun lalu karena adanya pembatasan COVID-19.

WowKeren - Ribuan orang menghadiri hari pertama Strawberry Music Festival di Wuhan, Tiongkok, pada Sabtu (1/5). Para penonton melompat-lompat dan berteriak kegirangan kala sejumlah artis favorit mereka naik ke panggung.

Festival musik tersebut digelar di hari pertama dari total lima hari libur nasional May Day di Tiongkok. Tahun ini, festival musik tersebut kembali digelar secara langsung, setelah terpaksa digelar online pada tahun lalu karena adanya pembatasan COVID-19.

Perwakilan penyelenggara festival musik tersebut mengungkapkan kepada kantor berita Reuters bahwa jumlah penonton tahun ini dibatasi. Namun ada sekitar 11 ribu orang yang dilaporkan hadir pada hari Sabtu.

Barrier alias penghalang dipasang di depan setiap panggung, personil keamanan juga membatasi jumlah penonton di area tersebut. Beberapa penonton memang menggunakan masker, namun banyak yang tidak mengenakannya.

"Tahun lalu kami (warga Wuhan) menderita akibat virus corona," ungkap Gao Yuchen, seorang mahasiswa asal Wuhan. "Tidak mudah untuk mencapai posisi kami sekarang. Orang-orang di sini (Wuhan) telah berusaha keras dan membayar harga yang mahal (karena terkena virus). Jadi saya merasa sangat senang berada di sini (festival musik)."


Festival musik yang digelar selama dua hari tersebut menampilkan sejumlah penyanyi dan band domestik, baik yang sudah terkenal maupun yang kurang populer, di tiga panggung di taman Garden Expo Wuhan. Adapun acara Strawberry Music Festival lainnya juga diadakan di kota-kota lain, termasuk Beijing, selama hari libur nasional.

Warga dari luar Wuhan juga berbondong-bondong menghadiri festival musik tersebut. Salah satunya adalah Zhang Hongkai yang berasal dari Shijiazhuang di provinsi Hebei.

"Ini pertama kalinya saya menghadiri acara seperti ini yang diadakan di luar ruangan," tutur Zhang. "Saya sangat suka suasananya."

Sebagai informasi, Wuhan merupakan tempat COVID-19 pertama kali ditemukan. Orang-orang di Wuhan menjalani lockdown ketat selama lebih dari dua bulan.

Namun menurut data resmi, Wuhan kini hampir sepenuhnya bebas virus. Hal tersebut, ditambah dengan kasus positif yang hanya dilaporkan muncul beberapa kali secara sporadis dalam beberapa bulan terakhir, telah mengurangi ketakutan atas COVID-19 di Tiongkok.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts