Soroti Kerumunan Tanah Abang, PDIP Sebut Anies Baswedan Tak Fokus Tangani Jakarta
Instagram/aniesbaswedan
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Anggota Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Gilbert Simanjuntak menilai Anies Baswedan tidak fokus menangani Jakarta setelah terjadi lonjakan pengunjung di Pasar Tanah Abang. Apa alasannya?

WowKeren - Membludaknya jumlah pengunjung di Pasar Tanah Abang menjadi sorotan banyak pihak, salah satunya adalah anggota Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta, Gilbert Simanjuntak. Menurutnya, kerumunan itu terjadi karena Anies Baswedan tidak fokus menangani Jakarta.

"Saya melihat kesan memang fokus gubernur sedang tidak di DKI, tapi fokus ke yang lain," kata Gilbert seperti dilansir dari Detik.com, Senin (3/5).

Gilbert berpendapat bahwa Anies seharusnya dapat mengantisipasi kerumunan di Tanah Abang. Sebab setiap tahunnya pasar tersebut selalu dipadati pengunjung untuk berbelanja keperluan Lebaran.

"Setiap tahun sebelum pandemi Tanah Abang selalu penuh, jadi sudah harus diantisipasi sejak klaster perkantoran naik. Berjubelnya juga sejak awal sudah terlihat bahwa parkiran tidak sesuai protokol diisi 50 persen dan pengunjung penuh karena tidak diawasi, seharusnya sudah harus ditutup pintu masuk dan parkiran," papar Gilbert.


Dia melanjutkan, "Tetapi karena kesannya pengarahan dan pengawasan dari Pemprov tidak ada, sehingga hal ini terjadi. Sepatutnya ada permintaan maaf karena mengorbankan keselamatan rakyat."

Sebelumnya, jumlah pengunjung di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, dilaporkan mengalami lonjakan signifikan pada Minggu (2/5). Sebanyak 2.500 personel gabungan yang terdiri atas unsur kepolisian, TNI, dan Satpol PP pun diturunkan untuk melakukan pengawasan penerapan protokol kesehatan di pusat grosir tersebut.

Anies Baswedan selaku Gubernur DKI Jakarta juga telah meninjau penerapan protokol kesehatan di lokasi tersebut. Untuk mencegah kerumunan, Pemprov memberlakukan sistem buka tutup mulai Senin (3/5) hari ini.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tidak berbondong-bondong berbelanja di Pasar Tanah Abang. Sebab menurut Anies, Jakarta memiliki banyak pasar lain yang bisa dijadikan sebagai alternatif tempat berbelanja.

"Kami menganjurkan untuk mendatangi berbagai pasar di Jakarta, selain Pasar Tanah Abang," imbau Anies. "Dengan begitu masyarakat bisa mendapatkan barang tanpa berisiko kerumunan dengan mendatangi tempat yang lain."

(wk/eval)

You can share this post!

Related Posts