DPR RI Khawatir Usai Lebaran Terjadi Lonjakan Kasus COVID-19 Seperti India
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Baru-baru ini, pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat mengalami lonjakan pengunjung. Per Minggu (2/5) dilaporkan ada kenaikan hingga 100 ribu orang, hal ini tentunya mengkhawatirkan karena terjadi di tengah pandemi COVID-19.

WowKeren - Kasus COVID-19 di Indonesia hingga sekarang masing berada di angka yang cukup tinggi. Maka dari itu, pemerintah Indonesia benar-benar mempertegas kembali agar masyarakat menerapkan protokol kesehatan (prokes) dengan disiplin.

Namun rupanya imbauan-imbauan untuk menerapkan prokes masih sering kali diabaikan oleh sejumlah pihak tertentu. Seperti yang terjadi di DKI Jakarta, jumlah pengunjung di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, dilaporkan melonjak hingga 100 ribu orang per Minggu (2/5).

Kenaikan jumlah pengunjung di Pasar Tanah Abang, Jakpus mengundang perhatian dari DPR RI. Wakil Ketua Komisi II DPR Luqman Hakim menyatakan bahwa pihaknya telah menerima laporan seminggu terakhir terjadi peningkatan aktivitas belanja masyarakat. Menurutnya, kenaikan jumlah pengunjung di tempat-tempat perbelanjaan umum berpotensi menyebarkan virus COVID-19.

"Fenomena keramaian tempat-tempat perbelanjaan saat ini, sungguh mengkhawatirkan, karena potensial terjadinya pelanggaran protokol kesehatan secara masif di banyak tempat," ujar Luqman kepada wartawan, Senin (3/5). "Jika sampai tak terkendali, kita layak khawatir pasca lebaran akan terjadi lonjakan tinggi penyebaran COVID-19 di tanah air."


Maka dari itu, Luqman mendesak pemerintah bersama Satgas COVID-19 agar mengawasi lebih ketat untuk memastikan tidak terjadi kerumunan di pusat-pusat perbelanjaan menjelang dan pasca lebaran. Hal itu bertujuan agar kekhawatirannya tidak terjadi.

Lebih lanjut, seluruh kepala daerah diminta untuk benar-benar melaksanakan kebijakan pemerintah mengenai larangan mudik 2021. Kemudian juga diharapkan para warganya bisa menerapkan prokes dengan disiplin dalam berkegiatan sehari-hari.

"Saya meminta kepada seluruh kepala daerah untuk melaksanakan keputusan pemerintah pusat mengenai larangan mudik lebaran tahun ini, jangan main-main dengan ancaman penyebaran COVID-19," terangnya. "Jelaskan kepada rakyat di daerahnya masing-masing agar terus bersabar dan menaati protokol kesehatan pada kegiatan apapun sehari-hari."

Selain itu, Luqman juga meminta kepada Presiden Joko Widodo dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno agar kembali mempertimbangkan kebijakannya terkait dengan membuka tempat-tempat wisata pada saat libur lebaran. Ia merasa khawatir bahwa pemerintah tidak memiliki aparat yang cukup untuk memastikan dan mengawasi pengunjung dalam menerapkan prokes.

(wk/wahy)

You can share this post!

Related Posts