Buntut Pengunjung Pasar Membludak, KRL Tak Bakal Berhenti di Stasiun Tanah Abang
Unsplash/Andhika Y. Wiguna
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Pengunjung Pasar Tanah Abang membludak memicu kekhawatiran timbulnya klaster COVID-19. Pemprov DKI pun merumuskan upaya antisipasi, termasuk dengan meniadakan jadwal KRL di Stasiun Tanah Abang.

WowKeren - Kerumunan besar massa pengunjung Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat sukses menjadi pusat perhatian masyarakat Indonesia. Kerumunan yang disebut-sebut demi menyambut Lebaran ini tentu saja memicu kekhawatiran ledakan kasus COVID-19 selayaknya yang sedang terjadi di beberapa negara sekarang.

Sejumlah kebijakan pun dirumuskan, termasuk terkait operasional KRL di Stasiun Tanah Abang. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan PT KCI rupanya sepakat meniadakan keberangkatan serta kedatangan kereta di Stasiun Tanah Abang pada jam-jam tertentu.

"Pukul 15.00 WIB sampai dengan 19.00 WIB, commuter line tidak akan berhenti di Stasiun Tanah Abang, sehingga tidak mengangkut penumpang dari sana," ungkap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. "Detailnya nanti disampaikan."

Rekayasa perjalanan ini dipertimbangkan lantaran sebagian pengunjung Pasar Tanah Abang datang memakai KRL. Bahkan Pemprov DKI Jakarta menyebut sekitar 45 ribu penumpang turun di Stasiun Tanah Abang pada Sabtu (1/5) kemarin.


"Jadi hampir separuh (pengunjung Pasar Tanah Abang) menggunakan kereta," ujar Anies, dikutip dari Kompas TV, Senin (3/5). Sebab Pemprov DKI Jakarta juga mengungkap jumlah pengunjung Pasar Tanah Abang kemarin mencapai 100 ribu orang.

Kendati demikian, Pemprov DKI Jakarta tetap menyediakan armada lain untuk kebutuhan transportasi masyarakat ke Pasar Tanah Abang. "Untuk alternatif, Pemprov DKI Jakarta menyediakan bus Transjakarta yang beroperasi dari Jalan Jati Baru," jelas Anies.

Tak hanya itu, Anies juga siap menerapkan buka tutup Pasar Tanah Abang mulai hari ini. Nantinya ada 2.500 petugas gabungan TNI, Polri, dan Satpol PP yang dikerahkan untuk mengatur alur keluar-masuk pengunjung.

"Kalau pasar di dalam pengunjung masih penuh, maka pintu ditutup dan tidak boleh masuk sampai jumlahnya berkurang," terang Anies. Pemprov DKI Jakarta juga akan melakukan buka tutup arus lalu lintas di sekitar Pasar Tanah Abang.

Anies juga mengimbau agar masyarakat mengunjungi pasar lain ketimbang berkerumun di Pasar Tanah Abang. Sebab Anies menyangsikan upaya pembatasan dan penyekatan semacam ini bisa mengurangi jumlah kunjungan warga ke pasar tekstil terbesar di Asia Tenggara tersebut.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts