Ratusan TKI yang Pulang Dari Malaysia Lewat Batam dan Tanjungpinang Dinyatakan Positif COVID-19
Pexels/Edward Jenner
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Berdasarkan data yang terkumpul pada periode Januari hingga April 2021, 200 dari sekitar 14 ribu TKI asal Malaysia yang dipulangkan dinyatakan positif terpapar COVID-19.

WowKeren - Ratusan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) atau pekerja migran Indonesia (PMI) yang dipulangkan ke Tanah Air via Batam dan Tanjungpinang dilaporkan terkonfirmasi positif virus corona (COVID-19). Berdasarkan data yang terkumpul pada periode Januari hingga April 2021, 200 dari sekitar 14 ribu TKI asal Malaysia yang dipulangkan dinyatakan positif COVID-19.

"Dari 14 ribu PMI yang dipulangkan ke Tanah Air melalui Batam dan Tanjungpinang pada Januari-April 2021, sebanyak 200 orang di antaranya terinfeksi COVID-19," terang Ketua Harian Satgas Penanganan COVID-19 Kepulauan Riau, Tengku Said Arif Fadillah, dalam keterangan tertulis, Selasa (4/5). "Ini terungkap berdasarkan hasil pemeriksaan uji usap dengan metode PCR terhadap PMI yang baru tiba di Batam."

Para TKI yang terkonfirmasi positif COVID-19 tersebut rata- rata tidak memiliki gejala. Mereka mendapat perawatan dan isolasi di RSKI COVID-19 Pulau Galang, Batam. "Minimal lima hari PMI harus isolasi di Batam dan Tanjungpinang. Jika tertular COVID-19, bisa lebih dari itu," paparnya.

Arif menyebutkan bahwa kedatangan para TKI melalui Kepri ini tak hanya menimbulkan kekhawatiran soal COVID-19, namun juga menambah beban bagi keuangan daerah. Diketahui, biaya makan dan minum para TKI selama berada di Kepri tersebut ditanggung oleh pihak Pemprov.


"Biaya makan dan minum untuk TKI ditanggung Pemprov Kepri, Pemkot Batam, dan Pemkot Tanjungpinang," paparnya. "Dana tersebut menurut informasi akan dikembalikan BNPB setelah dilakukan audit oleh BPKP."

Oleh sebab itu, Pemprov Kepri mengingatkan instansi terkait untuk memperketat pola penanganan kepulangan buruh migran ke Indonesia. "Awal Mei 2021, lebih dari 140 orang TKI asal Malaysia dipulangkan melalui Tanjungpinang," kata Arif.

Lebih lanjut, Arif mengungkapkan bahwa jumlah TKI asal Malaysia yang dipulangkan via Batam masih jauh lebih banyak dibandingkan Tanjungpinang. Untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19, Arif pun menegaskan bahwa pemeriksaan tes swab terhadap para TKI yang pulang ke Tanah Air tersebut harus dilakukan secara cepat.

"Hasil pemeriksaan PCR harus diketahui paling lama sehari," pungkas Arif. "Jangan sampai berhari-hari karena dapat menimbulkan permasalahan."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts