Tiongkok Tanggapi Remeh Geger Prediksi Roket Jatuh ke Bumi: Kemungkinan Sangat Kecil
Unsplash/Kurt Cotoaga
Dunia

Roket Long March 5B milik Tiongkok diperkirakan jatuh menghantam Bumi akhir pekan ini. Namun Beijing rupanya menanggapi santai prediksi tersebut, berikut alasannya.

WowKeren - Amerika Serikat sebelumnya memperkirakan bagian dari roket Long March 5B milik Tiongkok akan jatuh menghantam Bumi. Prediksi mereka roket carrier untuk membangun stasiun luar angkasa itu akan jatuh di area padat pemukiman sekitar akhir pekan ini, meski belum bisa dipastikan detailnya waktu serta lokasinya.

Jatuhnya bagian dari roket ini adalah akibat pergerakan tak terkontrol pesawat luar angkasa tersebut. Namun kekhawatiran AS ini rupanya ditanggapi remeh oleh Beijing.

Pemerintah Tiongkok memprediksi 18 ton debris roket Long March 5B akan terbakar habis di atmosfer. "Kemungkinan untuk menyebabkan kerusakan di daratan sangat rendah," tegas Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Wang Wenbin, Jumat (7/5) waktu setempat.

AS memperkirakan bagian dari roket itu tengah bergerak bebas tak terkendali di angkasa luar. Pentagon memprediksi bagian dari roket ini akan menembus atmosfer Bumi sekitar Sabtu (11/5) malam GMT atau sekitar Minggu (8/5) pagi waktu Indonesia.


Meski demikian, AS masih membuka opsi debris roket akan terbakar di atmosfer dan menyisakan sebagian kecil saja untuk jatuh di samudera yang menyusun 70 persen Bumi. "Kami berharap bagian roket itu jatuh di tempat yang tidak berbahaya bagi masyarakat," kata Jubir Pentagon, Mike Howard, dikutip dari Channel News Asia.

Howard pun menegaskan terus berusaha melacak pergerakan roket berukuran besar tersebut. "Tetapi lokasi pasti masuknya roket itu di atmosfer Bumi tidak bisa dipastikan sampai beberapa jam sebelum masuknya roket," papar Howard.

Sementara itu AS memang tidak menyediakan opsi menembak jatuh roket tersebut, sebagaimana disebutkan Menteri Pertahanan Lloyd Austin. Militer AS malah terus menyalahkan Tiongkok yang dianggap membiarkan kendaraan luar angkasa itu keluar dari orbitnya.

Di sisi lain, kekhawatiran AS ini tak melulu disepakati pihak lain. Seperti misalnya Ahli Astronomi dari Paris-PSL Observatory, Florent Delefie, memperkirakan hanya sebagian kecil debris roket yang berhasil menembus atmosfer Bumi.

Sedangkan pada 2020 lalu, debris dari roket Long March tipe lain juga dilaporkan jatuh di Ivory Coast, AS. Kejadian ini menyebabkan kerusakan pada bangunan tetapi tidak ada laporan korban luka atau meninggal.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts