Bentrok Warga Palestina dan Polisi Israel Pekan Lalu Disebut yang Terburuk, PBB Ikut Buka Suara
Dunia

Juru bicara Sekjen PBB Antonio Guterres, Stéphane Dujarric, mengatakan bahwa otoritas Israel harus menahan diri dan menghormati hak kebebasan berkumpul secara damai.

WowKeren - Sekitar 200 warga Palestina dan 17 Polisi Israel dilaporkan terluka dalam pertempuran di sekitar Haram Al-Sharif/Temple Mount. Bentrok ini disebut disebut-sebut sebagai yang terburuk di Yerusalem selama bertahun-tahun.

Pada Sabtu (8/5), pengunjuk rasa dilaporkan melemparkan batu ke arah polisi, yang membalasnya dengan granat kejut, peluru karet dan meriam air dan. Kemudian keesokan harinya pertempuran berlanjut di Yerusalem Timur, menjelang rencana kelompok Israel yang akan melalui Kota Tua.

Perserikatan Bangsa-Bangsa pun ikut buka suara mengenai hal ini. Juru bicara resmi Antonio Guterres, Stéphane Dujarric, mengatakan bahwa otoritas Israel harus menahan diri secara maksimal dan menghormati hak kebebasan berkumpul secara damai.


"Semua pemimpin memiliki tanggung jawab untuk bertindak melawan ekstremis dan untuk berbicara menentang semua tindakan kekerasan dan hasutan," katanya melalui sebuah pernyataan pada Minggu (9/5). "Sekretaris Jenderal menegaskan kembali komitmennya, termasuk melalui Kuartet Timur Tengah, untuk mendukung Palestina dan Israel agar menyelesaikan konflik berdasarkan resolusi PBB yang relevan, hukum internasional dan perjanjian bilateral."

Utusan Kuartet Timur Tengah yang terdiri dari Uni Eropa, Rusia, Amerika Serikat, dan Perserikatan Bangsa-Bangsa menyatakan kekhawatiran mereka atas "pernyataan provokatif yang dibuat oleh beberapa kelompok politik, begitu juga dengan peluncuran roket dan dimulainya kembali balon pembakar dari Gaza menuju Israel, serta serangan terhadap lahan pertanian Palestina di Tepi Barat."

Mereka juga menyatakan keprihatinan atas kemungkinan penggusuran keluarga Palestina dari rumah mereka selama beberapa generasi, di dua lingkungan di Yerusalem Timur: Sheikh Jarrah dan Silwan. Pada Kamis (6/5), PBB telah menyerukan kepada Pemerintah Israel untuk menghentikan semua penggusuran paksa.

Pertempuran hari Sabtu terjadi di Laylat-al-Qadr, hari paling suci di bulan Muslim Ramadhan, setelah sejumlah besar jamaah salat di kompleks Haram Al-Sharif / Temple Mount. Pada Minggu, Dana Anak-Anak PBB, UNICEF, mendesak otoritas Israel untuk menahan diri dari menggunakan kekerasan terhadap anak-anak dan membebaskan semua anak yang ditahan. Sebanyak 37 anak Palestina mengalami luka-luka dan ditangkap.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts