Diklaim Belum Capai Puncak, Kasus Meninggal COVID-19 RI Sudah Tembus 50 Ribu
Pixabay/Gerd Altmann
Nasional

Kemenkes memperkirakan puncak penularan COVID-19 dampak libur Lebaran baru tampak bulan Juni mendatang. Namun kini kenaikan kasus positif hingga meninggal sudah terlihat.

WowKeren - Indonesia tengah dihadapkan dengan potensi lonjakan besar kasus COVID-19. Tentu saja alasannya karena tingginya mobilitas warga selama masa libur Lebaran kemarin meski pemerintah sudah menerapkan larangan ketat pada periode waktu yang cukup panjang pula.

Dari hari ke hari jumlah kasus COVID-19, baik positif baru maupun aktif, terus bertambah. Namun bukan cuma itu, angka kematian COVID-19 di Indonesia pun terus bertambah hingga hari ini resmi menembus 50 ribu kasus.

Satuan Tugas Penanganan COVID-19 melaporkan tambahan 193 kasus meninggal akibat infeksi virus Corona pada Jumat (28/5). Dengan demikian total kumulatifnya sejak Maret 2020 adalah 50.100 kasus.

Diklaim Belum Capai Puncak, Kasus Meninggal COVID-19 RI Sudah Tembus 50 Ribu

Twitter/BNPB_Indonesia


Provinsi Jawa Tengah menjadi penyumbang terbanyak dari aspek ini, yakni mencapai 45 kasus. Meski kebanyakan kasus meninggal COVID-19 didominasi di Pulau Jawa, Riau, Sumatera Barat, dan Aceh mencatatkan angka yang cukup meresahkan.

Perihal naiknya kasus kematian COVID-19 ini sudah pernah disoroti oleh mantan Ketua Satgas Doni Monardo. "Ada kenaikan (angka kematian) 0,8 persen, sementara angka kematian global ada kecenderungan penurunan," terang Doni dalam siaran persnya, Senin (24/5).

Sedangkan dari segi jumlah kasus positifnya, dikonfirmasi ada tambahan 5.862 kasus hari ini, dengan penyumbang terbanyak Jawa Barat mencapai 1.206 pasien. Dengan demikian total sudah ada 1.803.361 kasus positif COVID-19 secara kumulatif.

Untuk kasus aktif juga tercatat ada peningkatan sebanyak 299, sehingga terdapat hampir 99 ribu pasien COVID-19 yang memerlukan perawatan. Meski demikian, tercatat pula angka kesembuhan harian yang mencapai 5.370 sehingga total kumulatifnya 1.654.557.

Dengan semua catatan ini, nyatanya Kementerian Kesehatan menegaskan belum mencapai puncak pasca libur Lebaran. Wakil Menkes Dante Saksono Harbuwono menuturkan puncak wabah COVID-19 pasca liburan mungkin tampak sekitar bulan Juni mendatang.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait