Kudus 'Diamuk' COVID-19 Sampai Siagakan Brimob, Ternyata Imbas Varian Baru?
Pixahive/Sourav
Nasional

Pasukan Brimob sampai diterjunkan menjaga 6 desa terpapar COVID-19 menyusul tingginya kasus positif di Kabupaten Kudus. Lalu apakah krisis terjadi karena varian baru virus?

WowKeren - Kudus, Jawa Tengah sedang dihadapkan dengan lonjakan kasus COVID-19. Bahkan ratusan tenaga kesehatan dilaporkan terpapar COVID-19 meski sudah menerima suntikan hingga dua dosis vaksin.

Lantas adakah peran varian baru virus Corona di balik penyebaran masif infeksi ini? Kepala Bidang Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Edy Kusworo menyatakan tidak ada penyebaran varian baru COVID-19 di daerahnya.

"Belum ada kalau itu (varian baru COVID-19)," jelas Edy, Jumat (4/6). Kendati demikian, menurut penuturan Kementerian Kesehatan, pihaknya masih melakukan whole genome sequencing (WGS) untuk memastikan bahwa tidak ada penyebaran varian baru virus Corona di Kudus.

Sedangkan terkait kondisi di lapangan, Edy mengatakan masih ada antrean pasien di sejumlah IGD. "Tapi ya, sudah tidak seperti kemarin-kemarin. Yang masih banyak ada di RSUD Loekmono Hadi," pungkas Edy.


Sejumlah langkah strategis memang terus dilakukan pemerintah Kudus untuk mengendalikan penularan wabah yang terjadi. Salah satunya dengan menyiagakan aparat, termasuk Brimob Polri, di sejumlah titik, berikut unit mobil water cannon untuk penyemprotan massal.

"Water cannon ini akan berjalan tiga hari sekali di Kabupaten Kudus," tutur Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi di Alun-Alun Simpang 7 Kudus, Jumat (4/6). "Untuk melakukan penyemprotan disinfektan."

Tujuan mereka hanya menyehatkan situasi, memberi wawasan, serta memastikan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Mikro bisa berjalan maksimal demi menanggulangi penyebaran wabah COVID-19. Salah satunya dengan menerjunkan satu SSK Pasukan Brimob untuk berjaga di 6 desa terpapar COVID-19.

"Selain itu, semua pasukan baik dari Babinsa, Bhabinkamtibmas, Batalyon, dan Brimob serta tenaga kesehatan, semuanya kita ploting di Kabupaten Kudus ini," jelasnya. Harapannya, keberadaan pasukan ini bisa membuat warga tidak mudah keluar-masuk demi menyukseskan program isolasi.

Kondisi pengendalian wabah COVID-19 di Kudus memang begitu disorot lantaran menjadi zona merah. Petugas kesehatan termasuk pemakaman pun sampai kewalahan karena puluhan pasien meninggal dunia dalam sehari.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait