Menkes Sebut COVID-19 di Bangkalan Madura Melonjak Akibat Kepulangan Pekerja Migran
Twitter/KemenkesRI
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa keterisian rumah sakit di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, mengalami peningkatan drastis dalam waktu 1,5 pekan.

WowKeren - Kabupaten Bangkalan di Madura, Jawa Timur, belakangan mengalami lonjakan kasus positif virus corona (COVID-19). Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin lantas menyebut bahwa lonjakan kasus COVID-19 tersebut salah satunya disebabkan oleh kepulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI).

"Di Bangkalan, Madura banyak pekerja migran Indonesia yang pulang dari negara tetangga," ungkap Budi dalam konferensi pers pada Senin (7/6).

Lebih lanjut, Budi menjelaskan bahwa saat ini terjadi kenaikan tingkat keterisian rumah sakit di Bangkalan. Menurutnya, keterisian rumah sakit setempat mengalami peningkatan drastis dalam waktu 1,5 pekan.

"Di Bangkalan, yang tadinya tempat tidur isolasinya terisi pasien sekitar 10-an, sekarang juga dalam satu setengah minggu naik ke angka 70 sampai 80-an," paparnya.

Menurut Budi, pemerintah telah mengurai tekanan beban yang ada di rumah sakit setempat dengan cara merujuk pasien bergejala berat dan sedang ke kota terdekat. Selain itu, pemerintah juga akan mengirimkan vaksin ke Bangkalan demi menekan laju penularan kasus COVID-19.


"Di Bangkalan juga akan segera kami drop 50 ribu dosis vaksin untuk mengurangi laju penularan," jelasnya.

Sementara itu, Dinas Kesehatan Bangkalan mencatat 34 kasus kematian akibat COVID-19 dalam waktu 14 hari. Selain itu, tercatat pula 169 kasus COVID-19 aktif dalam sepekan. Adapun lonjakan kasus COVID-19 ini terjadi pasca libur Lebaran 2021 lalu.

Juru Bicara Satgas COVID-19 Bangkalan, Agus Sugianto Zain, lantas menduga lonjakan kasus positif ini dipengaruhi oleh perilaku masyarakat sendiri. Menurutnya, banyak warga yang menganggap dirinya kebal dari COVID-19 sehingga mengabaikan protokol kesehatan dan kondisi kesehatan mereka sendiri.

"Ini kan menyangkut perilaku, tentang nilai-nilai kesehatan," tutur Agus, Minggu (6/6). "Artinya ketika sakit parah, masyarakat baru datang ke rumah sakit."

Menurut Agus, banyak pasien yang meninggal dunia usai mendapat perawatan karena rata-rata mereka baru ke rumah sakit usai kondisinya sangat parah. "Hitungan jumlah pasien yang dirujuk ke RSUD Bangkalan, dalam sehari 10 banding 15 pasien. Yang 10 pasien ini ketika tiba di rumah sakit, rata-rata tidak sampai bertahan 24 jam, namun sudah meninggal," jelasnya dikutip dari CNN Indonesia.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts