UNAIR Akhirnya Lakukan Uji Praklinik Tahap Dua Vaksin Merah Putih
Nasional
Vaksin COVID-19

Pengembangan Vaksin Merah Putih yang dilakukan oleh Universitas Airlangga saat ini tengah memasuki uji praklinik tahap kedua. Vaksin Merah Putih merupakan vaksin COVID-19 lokal yang dikembangkan Indonesia.

WowKeren - Vaksin COVID-19 saat ini menjadi kebutuhan yang utama bagi setiap negara yang tengah dilanda pandemi, termasuk Indonesia. Saat ini, Indonesia sedang melakukan pengembangan vaksin mandiri yakni Vaksin Merah Putih.

Vaksin Merah Putih yang dikembangkan oleh Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya, saat ini telah memasuki uji praklinik tahap dua. Adapun uji praklinik tahap dua yakni mengujinya ke hewan besar makaka.

Rektor UNAIR Prof Mohammad Nasih mengatakan bahwa para peneliti UNAIR telah menyuntikkan vaksin tersebut ke 15 ekor makaka. Akan tetapi, jumlah itu masih berada di bawah target uji praklinik tahap dua yang mestinya dilakukan terhadap 30-an ekor makaka.

Sebelumnya, UNAIR telah menyelesaikan uji praklinik tahap pertama ke hewan mencit. "Ada 15 yang sudah disuntikkan, memang karena keterbatasan kami harus lakukan secara steril bertahap, tidak mungkin langsung sekian puluh," tutur Nasih, Kamis (10/6).

Nasih mengungkapkan kekurangan hewan uji untuk praklinik tahap kedua dikarenakan UNAIR tidak memiliki kandang khusus BSL-3. Pihaknya, juga sempat meminta bantuan ke Institut Pertanian Bogor (IPB).


"Kemarin sempat ada problem terkait ketersediaan BSL-3, kita sedianya mau bekerja sama dengan kawan-kawan di IPB," terang Nasih. "Tapi karena kawan-kawan di IPB overload pemanfaatan kandang yang terspesialisasi itu."

Nasih mengatakan bahwa keberadaan kandang BSL-3 itu sangat penting pada uji klinik vaksin COVID-19. Hal itu dikarenakan kandang tersebut didesain khusus sehingga antar hewan tidak bisa saling berinteraksi. Dengan begitu, hewan yang sedang diuji coba dengan suntikan vaksin COVID-19 bisa termonitor.

Nasih menyampaikan bahwa pihaknya sebenarnya memiliki kandang BSL-3. Akan tetapi, kandang tersebut tidak memenuhi standar atau masih bisa terjadi interaksi antara satu makaka dengan makaka lainnya. Sedangkan yang dibutuhkan adalah kandang yang terisolasi di satu tempat.

Saat ini, UNAIR mendapatkan dukungan dari PT Biotis dalam menyediakan kandang BSL-3 sesuai kebutuhan para peneliti. Dengan begitu, uji praklinik tahap kedua pun bisa dilakukan.

"Kawan-kawan di Biotis, Alhamdulillah menyiapkan BSL-3 dengan kandangnya yang terisolasi antara satu dan lainnya," tandas Nasih. "Semoga tetap bisa sesuai dengan schedule (jadwal) yang telah ditetapkan."

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts