Hotman Paris Hutapea beber kejanggalan di balik kasus kematian Vina Cirebon usai mengetahui hasil autopsi dan kesaksian keluarga korban. Hotman menduga ada campur tangan aparat untuk mengamankan tiga tersangka yang masih buron.
- Sisilia Rizky Azalea
- Jumat, 17 Mei 2024 - 11:22 WIB
WowKeren - Hotman Paris Hutapea ikut menyoroti kasus kematian Vina Cirebon. Hotman ikut melihat ada hal yang janggal di balik kematian Vina usai menyisakan 3 DPO yang belum tertangkap. Hotman menduga terdapat campur tangan dari aparat. Diduga tiga buron yang belum tertangkap itu memiliki bekingan kuat.
Hotman juga melihat ada yang janggal dari hasil autopsi jenazah Vina. Beberapa bukti kuat berupa kondisi motor dan ponsel Vina juga membuat Hotman ikut yakin bahwa kasus ini bukanlah kecelakaan tunggal.
”Waktu di rumah sakit itu kan ada polisi tuh bilang awalnya kecelakaan tunggal, keluarga percaya karena yang bilang polisi,” terang Mariyana kakak Vina. “Terus saya curiga di situ kok bisa kecelakaan yang hebat kayak gitu, HP gak ada lecet, gak ada retak, motor pun gak rusak.”
”Yang memerintahkan autopsi itu siapa?” tanya Hotman. Dari pihak pengadilan. Katanya suruh diautopsi biar menguatkan pernyataan bahwa dalam kemaluan korban sudah ada sperma. 9 hari sesudah meninggal,” jelas Mariyana.
”Bukti penganiayaan ada?” tanya Hotman lagi. “Ada, termasuk pemerkosaan juga ada,” beber kakak Vina. ”Nah ini perhatian dari polisi nih, HP tidak rusak, motor tidak rusak tapi pernyataan pertama dari polisi disebutkan kecelakaan tunggal,” kata Hotman.
Kecurigaan Hotman soal adanya campur tangan aparat muncul usai ia diberi tahu bahwa 8 tersangka sempat mengubah hasil BAP setelah kasus Vina dilimpahkan ke Kejaksaan. Ia lantas meminta Kapolri dan Kapolda Jawa Barat untuk mengusut ulang kasus Vina lantaran menurutnya ada yang tidak beres di awal penyidikan.
”Hal yang menarik, dia bilang rupanya kasus ini sudah dilimpahkan dari 2016 ke Polda dari Polres Cirebon, nah yang menarik adalah hampir semua 8 orang yang ketangkap ini pada saat di BAP pertama menyatakan ada tiga orang lagi pelaku, semua ada di BAP. Tapi kemudian berubah sesudah dilimpahkan ke Kejaksaan mereka mengubah BAP nya. Dari segi logika manusia normal pun gak mungkin 8 orang itu ngarang cerita. Berarti benar itu ada tiga orang dari penafsiran kita ahli hukum,” terang Hotman. “Pada saat dilimpahkan ke Kejaksaan mereka mengubah BAP sehingga diduga ada pengaruh di sini. Ada pengaruh sehingga 3 orang ini bahkan sampai sekarang seolah-olah alamat nya tidak jelas. Jadi imbauan kami kepada bapak Kapolri adalah ini ada sesuatu yang tidak beres di penyidikan di awal.”
Hotman makin yakin ada pengaruh besar di balik kasus kematian Vina usai diberi tahu terdapat oknum polisi sempat berusaha menghentikan syuting film “Vina: Sebelum 7 Hari“. Bantuan dari Hotman demi mengungkap kasus kematian Vina ini mendapat dukungan dari masyarakat Indonesia.
”Yang kedua pada saat mau syuting ada oknum polisi yang datang menghalangi agar tidak dilanjutkan syuting nya. Ini semakin menguatkan ada orang yang tidak ingin identitas tiga orang ini terungkap. Jadi imbauan kami kepada bapak Kapolri dan Kapolda Jabar agar kasus ini dibuka ulang khusus terhadap tiga tersangka,” tegas Hotman. “Ini pasti ada pengaruh besar dari oknum aparat di daerah Jawa Barat. Karena 8 orang menyatakan ada tiga orang lagi pelaku, tapi kok bisa mengubah BAP nya bersamaan, ada apa? Kita sebagai ahli hukum udah tahu lah.”
(wk/Sisi)