IVE Kembali Dikritik Soal Kontroversi Budaya MV ‘HEYA’ dan ‘Accendio’ Jelang Konser Hong Ko
X/IVEstarship
Musik

Selain elemen dalam MV dianggap sebagai praktik peremapasan budaya Tiongkok, IVE juga menuai kritik karena pemilihan tanggal konser untuk tampil di Hong Kong.

WowKeren - IVE kembali dihadapkan pada kontroversi perampasan budaya menjelang tampil di Hong Kong. Jang Won Young cs dihujat mulai dari kontroversi MV yang belum diselesaikan hingga pemilihan tanggal konser.

Beberapa waktu lalu lalu, beberapa netizen memposting komentar negatif di media sosial tentang IVE menjelang konser mereka di Hong Kong. Kritik tersebut menuding bahwa kostum dan properti dalam beberapa adegan video musik mereka, "HEYA" dan "Accendio," mencuri elemen budaya tradisional Tiongkok.

IVE sebelumnya telah memperkenalkan video musik "HEYA" yang diketahui memasukkan banyak elemen Korea. Sang pemimpin IVE, Ahn Yu-jin, pernah mengatakan, "Kami mencoba untuk menggambarkan keindahan budaya Korea melalui video musik ini dengan memasukkan tradisi Korea di mana-mana, dari panggung kami hingga kostum."

Namun, netizen Tiongkok berargumen bahwa detail-detail seperti pola awan, latar belakang lanskap, sepatu bordir, bentuk kipas, simpul, dan pola pada koin tembaga semuanya adalah elemen budaya tradisional Tiongkok.

 IVE Kembali Dikritik Soal Kontroversi Budaya MV ‘HEYA’ dan ‘Accendio’ Jelang Konser Hong Ko

Source: Daum


Kontroversi tidak berhenti di situ. IVE kembali merilis video musik untuk lagu kedua mereka, "Accendio," yang juga menuai kritik dari netizen Tiongkok. Banyak yang mengklaim bahwa gambar kuburan di tambang batu bara di Provinsi Shanxi digunakan dalam video musik untuk mengejek rasa sakit sejarah Tiongkok.

Selain itu, beberapa juga melontarkan kritik karena IVE mengadakan konser di Hong Kong pada tanggal 7 Juli, hari yang sama dengan insiden 7 Juli yang memicu perang Tiongkok-Jepang. Beberapa komentar seperti, "Hari ini adalah 7 Juli," dan "Mereka akan menari di Hong Kong pada hari insiden 7 Juli," menjadi bukti ketidakpuasan yang meluas.

Hal ini bukan pertama kalinya netizen Tiongkok menuduh artis K-pop mencuri budaya Tiongkok. Pada tanggal 1 Mei, Profesor Seo Kyung-deok dari Universitas Sungshin menyatakan rasa frustrasinya terhadap orang-orang yang mencoba membuat kaitan antara budaya Tiongkok dan video musik IVE.

Ia marah dan berkata, "Dimulai dari kimchi dan hanbok, budaya Korea seperti samgyetang dan tari kipas telah diklaim sebagai milik Tiongkok. Sekarang, mereka bahkan menuduh bintang K-pop mencuri budaya Tiongkok."

Sang profesor menekankan, "Karena konten Korea menarik perhatian banyak orang di seluruh dunia, kompleks inferioritas netizen Tiongkok tampaknya menjadi terlalu parah."


Di sisi lain, IVE akan melanjutkan tur dunia mereka dengan konser berikutnya di Manila pada tanggal 13, Melbourne pada tanggal 25, Sydney pada tanggal 28 bulan ini, dan Jakarta pada tanggal 24 Agustus.

(wk/inta)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait