Film Horor Backrooms Pecahkan Rekor Debut Box Office Terbesar
Instagram/Chiwetel Ejiofor/Instagram
Selebriti

Backrooms raih debut box office terbesar untuk film horor orisinal dengan pendapatan fantastis.

WowKeren - Film horor psikologis berjudul Backrooms telah mencetak rekor baru dalam industri perfilman dengan meraih debut terbesar dalam sejarah untuk film horor orisinal. Di akhir pekan perdananya, film ini berhasil mengumpulkan pendapatan sebesar US$81 juta di pasar domestik dan US$118 juta secara global. Kesuksesan ini sangat menguntungkan bagi rumah produksi A24 dan Chernin Entertainment, yang memproduksi film ini dengan anggaran sekitar US$10 juta.

Menurut analis box office, Jeff Bock dari Exhibitor Relations, tidak ada yang memperkirakan film ini akan membuka dengan pendapatan setinggi itu. “Ada obsesi besar terhadap mitologi Backrooms, dan sebagian dari hal itulah yang menghasilkan akhir pekan pembukaan sebesar film-film Marvel,” katanya.

Keberhasilan Backrooms menjadikannya sebagai film dengan debut terbesar sepanjang sejarah bagi rumah produksi A24. Pendapatan debutnya jauh lebih tinggi dibandingkan rekor sebelumnya yang dipegang oleh film thriller Civil War (2024) karya Alex Garland, yang meraih US$25,5 juta pada pekan pembukaannya. Debut ini juga menjadikan sutradara Kane Parsons sebagai sutradara termuda yang memiliki film peringkat pertama di box office, mengalahkan rekor Josh Trank yang berusia 27 tahun saat film Chronicle (2012) debut dengan pendapatan US$22 juta.

Kane Parsons, yang merupakan seorang YouTuber, berhasil membawa basis penggemar online-nya ke bioskop. Film ini juga berhasil mematahkan anggapan Hollywood yang menyatakan bahwa penonton muda, atau Generasi Z, tidak tertarik untuk menonton film di bioskop. Data menunjukkan bahwa hampir 85 persen penonton berusia di bawah 35 tahun, dan 50 persen di antaranya berusia 25 tahun atau lebih muda.

Keberhasilan film ini juga terlihat dari film horor thriller Obsession, yang membawa sekitar 75 persen penonton berusia antara 18 hingga 25 tahun pada debutnya. “Film-film ini bisa hidup berdampingan karena permintaannya sangat besar,” kata Jeff Bock. “Keduanya sukses besar di puncak musim panas, membuktikan bahwa audiens ini masih belum bisa dipenuhi kebutuhannya.”


Meskipun demikian, Variety mencatat bahwa Generasi Z tidak akan pergi ke bioskop hanya untuk menonton film yang sedang tayang. Mereka tidak otomatis tertarik pada sekuel, spin-off, atau reboot dari film-film terkenal. Hal ini terlihat dari The Mandalorian and Grogu dari semesta Star Wars, yang meskipun tayang di lebih banyak layar dibandingkan Backrooms dan Obsession, justru mengalami penurunan tajam sebesar 70 persen di minggu kedua dan hanya berada di posisi ketiga box office.

Keberhasilan film horor psikologis seperti Backrooms juga menunjukkan bahwa penonton mulai jenuh dengan film horor yang biasanya mengandalkan efek kejutan. Penonton kini menunjukkan minat pada film horor yang memiliki narasi lebih mendalam. “Tiga puluh tahun lalu, film horor didorong oleh kekerasan dan darah,” kata analis David A. Gross. “Film-film horor terbaik kini mulai melampaui sekadar efek kejut. Unsur horornya tetap ada, tetapi digunakan dalam narasi yang lebih ambisius dan membantu menyampaikan cerita yang lebih memuaskan.”

Kesuksesan Backrooms di pekan debutnya juga mencerminkan minat penonton terhadap film horor orisinal. Film ini diadaptasi dari serial web populer karya Kane Parsons yang mengangkat konsep liminal spaces, yaitu ruangan dan struktur yang terasa ganjil, menyeramkan, dan seolah tidak berujung. Konsep ini telah populer di forum daring seperti Reddit dan TikTok.

Cerita dalam Backrooms mengikuti seorang pemilik toko furnitur yang diperankan oleh Chiwetel Ejiofor, yang menemukan sebuah pintu rahasia yang membawanya ke rangkaian ruangan biasa yang tampaknya tak berujung. Ketika ia menghilang, terapisnya yang diperankan oleh Renate Reinsve memulai perjalanan ke wilayah yang tidak diketahui untuk menyelamatkannya.

Meskipun sekuelnya belum diumumkan secara resmi, Kane Parsons telah memberikan sinyal mengenai kemungkinan menjadikan Backrooms sebagai sebuah waralaba film sebelum ruang-ruang lintas dimensi ini kembali hadir di layar lebar. Backrooms dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 12 Juni 2026.

(wk/timw)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait