Aman Abdurrahman Sebut Pengebom di Gereja dan Mapolrestabes Surabaya Sakit Jiwa, Kapolri: Viralkan!
thenational
Nasional

Diketahui, Aman merupakan pimpinan Jamaah Ansharut Daulat (JAD) yang menjadi dalang dari serangkaian teror bom bunuh diri di Surabaya.

WowKeren - Sidang atas terdakwa kasus terorisme Aman Abdurrahman masih terus digelar. Sidang terakhir beragendakan pembelaan dari Aman digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Jumat (25/5). Dalam kesempatan tersebut Aman memberikan pernyataan yang cukup mengejutkan.

Aman merupakan pentolan Jamaah Ansharut Daulat (JAD). Kelompok ini sendiri diketahui memberikan dukungan penuh kepada ISIS. Serangkaian aksi bom bunuh diri yang menewaskan dan melukai puluhan orang di Surabaya, Jawa Timur, pada Minggu (13/5) dan Senin (14/5) dilakukan oleh satu keluarga yang diidentifikasi termasuk anggota JAD. Oleh karena itu, polisi menduga Aman juga berada di balik serangan teror yang melukai banyak orang tersebut.

Akan tetapi, dalam sidang pembelaan kemarin, Aman justru menyatakan bahwa kejadian bom di Surabaya tersebut bukanlah jihad. Ia bahkan mengatakan bahwa orang yang melakukannya hanyalah orang yang sakit jiwa. "Dua kejadian (teror bom) di Surabaya itu saya katakan, orang-orang yang melakukan, atau merestuinya, atau mengajarkan, atau menamakannya jihad, adalah orang-orang yang sakit jiwanya dan frustasi dengan kehidupan," ujar Aman dilansir Kompas pada Sabtu (26/5).

Aman menambahkan bahwa pelaku bom bunuh diri di tiga lokasi gereja dan juga di depan kantor Mapolrestabes Surabaya tersebut telah gagal memahami jihad. "Kejadian dua ibu yang menuntun anaknya terus meledakkan diri di parkiran gereja adalah tindakan yang tidak mungkin muncul dari orang yang memahami ajaran Islam dan tuntutan jihad, bahkan tidak mungkin muncul dari orang yang sehat akalnya," lanjut Aman.

Aman pun mengecam tindakan bom bunuh diri yang dilakukan satu keluarga di depan kantor Mapolrestabes Surabaya sebagai tindakan keji. Menurutnya, Islam adalah agama yang berlepas diri dari tindakan-tindakan teror seperti yang terjadi di Surabaya tersebut. "Kejadian seorang ayah yang membonceng anak kecilnya dan meledakkan diri di depan kantor polisi, si anak terpental dan alhamdulillah masih hidup, tindakan itu merupakan tindakan keji dengan dalih jihad," jelas Aman.

Mendengar hal tersebut, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian meminta berbagai pihak untuk membuat viral pernyataan yang dikeluarkan oleh Aman. Menurutnya, ini merupakan pernyataan penting untuk meredam aksi teror. Mengingat Aman merupakan pimpinan utama JAD yang menjadi dalang dari serangkaian teror bom bunuh diri di Surabaya.

"Tolong nanti viralkan pernyataan Aman Abdurahman di sidang," tegas Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian. "Amman Abdurahman menyampaikan bahwa melakukan serangan kepada orang kafir, termasuk umat Nasrani, sepanjang dia tidak menggangu tidak boleh dan haram, berdosa, apalagi melakukan bom bunuh diri, membawa anak, itu masuk neraka. Itu bukan kata saya."

Aman Abdurrahman sebelumnya telah dituntut hukuman mati oleh Jaksa. Ia terbukti melakukan tindak pidana berupa merencanakan dan/atau menggerakkan orang lain untuk melakukan tindak pidana terorisme.

You can share this post!

Related Posts