Terungkap, Kapolri Beber Dugaan Pemicu Penembakan Pekerja Proyek di Papua
Nasional

Puluhan pekerja proyek Trans Papua meregang nyawa karena ditembaki oleh kelompok bersenjata, satu di antaranya adalah anggota TNI.

WowKeren - Peristiwa penembakan puluhan pekerja proyek Trans Papua pada Minggu (2/12) kemarin masih menjadi sorotan. Diketahui, puluhan pekerja PT Istaka Karya dan juga satu orang anggota TNI dinyatakan tewas. Penembakan yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) ini juga menjadi perhatian khusus Presiden Joko Widodo.

Presiden telah mengeluarkan perintah kepada TNI dan juga Polri untuk mengusut tuntas kasus ini. Menurut presiden, kasus ini merupakan tindakan biadab dan tidak berperikemanusiaan. Apalagi, peristiwa ini membuat puluhan orang tewas.


Belum diketahui pasti, Kapolri Jenderal Tito Karnavian membeberkan mengenai dugaan pemicu penembakan yang disebut didalangi oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM) ini. Menurutnya, masalah kesejahteraan kerap menjadi pemicu konflik dan kekerasan di Papua.

Berdasarkan keterangan Kapolri, pembangunan infrastruktur yang terlambat karena kendala geografis, membuat kelompok bersenjata tidak sabar menampilkan eksistensi mereka. Apalagi kini diketahui, presiden tengah membuat proyek pembukaan jalan Trans Papua sepanjang 4.600 kilometer.

"Mereka menunggu pembangunan. Ini membuka akses kepada mereka," ungkap Kapolri Tito Karnavian di Istana Merdeka, Rabu (5/12). "Tapi ya kelompok-kelompok bersenjata seringkali tidak sabar, menunjukkan eksistensi."

Selain insiden penembakan puluhan pekerja proyek jembatan di Distrik Yall, Kabupaten Nduga ini, Kapolri menyebut bahwa kejadian kekerasan yang sama dulu kerap terjadi di Papua Barat. Akan tetapi, seiring dengan pembangunan yang semakin baik, ketegangan sudah semakin jarang terjadi.

Sebelumnya, disebutkan bahwa sebanyak 31 orang pekerja tewas akibat peristiwa penembakan ini, termasuk satu anggota TNI. Namun, informasi terbaru sementara menyebutkan bahwa ada 19 pekerja proyek jembatan yang tewas.

Di sisi lain, peristiwa penembakan ini diduga awalnya terjadi karena salah satu pekerja mengambil foto perayaan HUT Organisasi Papua Merdeka (OPM). Kemarahan tersebut kemudian berimbas kepada para pekerja lain yang berada di kamp hingga dikabarkan ada sekitar 31 orang tewas.

You can share this post!

Related Posts