Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, menengok langsung proses pemulihan jalan Gubeng yang ambles, Kamis (20/12).
- Bertilia Puteri
- Jumat, 21 Desember 2018 - 13:42 WIB
WowKeren - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini diketahui sedang dalam masa penyembuhan sejak otot kedua kakinya sobek. Namun hal tersebut tak menghalangi Risma dalam menangani insiden Jalan Raya Gubeng yang ambles.
Risma tampak di lokasi kejadian jalan ambles pada Kamis (20/12). Ia datang dengan menggunakan kursi roda. Meski masih tampak pucat, Risma langsung sigap memeriksa proses pemulihan Jalan Raya Gubeng.
Risma memang dikenal sebagai pribadi yang tegas. Cedera di kedua kakinya ternyata tak menghalanginya untuk memberi teguran terhadap beberapa hal yang dirasanya tidak tepat. Ia pun sempat marah-marah di lokasi kejadian.
"Itu pemadam kebakaran semua keluar. Jangan tambah beban di jalan ini," ujar Risma dengan suara lantang sembari membawa Handie Talkie (HT). "Bronto Skylift keluar. Berat itu. Ngapain di situ. Ini bukan kebakaran."
"Saya usahakan sebelum satu minggu selesai. Karena kami butuh 1800 truk tanah agar Jalan Gubeng bisa digunakan kembali" -Tri Rismaharini- pic.twitter.com/lW9sYm3K4i
— Humas Kota Surabaya (@BanggaSurabaya) December 20, 2018
Tak hanya itu, Risma juga tampak memarahi anak buahnya saat berkomunikasi melalui HT. Ia memberi teguran terkait empat unit mobil pemadam kebakaran yang diparkir di sekitar lokasi jalan ambles.
Risma pun akhirnya meminta semua kendaraan di lokasi kejadian agar keluar dari area. Pasalnya, kendaraan-kendaraan tersebut bisa menghalangi truk pengungkut pasir dan batu. Hal itu dapat mengganggu proses pemulihan jalan ambles. Selain itu, Risma tak mau ada beban tambahan di Jalan Raya Gubeng.
"Semua mobil keluar. Kecuali truk pengangkut Sirtu," perintah Risma. "Jalan ini jangan dibebani terlalu banyak."
Risma mengaku hendak memastikan secara langsung proses pemulihan Jalan Raya Gubeng. Selain itu, ia juga datang untuk mengatur hal-hal yang dirasa tidak pada tempatnya.
"Saya datang ke sini ini untuk mengatur. Mobil pemadam kebakaran ini kan menambahi beban," terang Risma. "Mereka tidak mengerti kalau saya tidak nyuruh pergi kan bahaya. Kayak gitu itu saya datang untuk koreksi."
(wk/Bert)