Sebut Tak Kenal, Tim Prabowo Enggan Beri Pembelaan Tersangka Hoaks Surat Suara
Facebook/Bagus Bawana Putra
Nasional

Apa yang dilakukan Bagus dianggap merugikan bagi pihak Prabowo-Sandi.

WowKeren - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengungkapkan bahwa pihaknya tidak mengenal tersangka hoaks surat suara, Bagus Bawana Putra. Bagus disebut sebagai Ketua Dewan Koalisi Relawan Nasional (Kornas) Prabowo.

Oleh sebab itu, BPN menyatakan bahwa pihaknya tidak akan memberikan perlindungan pada Bagus. Hal itu disampaikan oleh Direktur Relawan BPN Prabowo-Sandiaga, Ferry Mursyidan Baldan. Ia mengatakan bahwa jika seseorang mengaku dirinya relawan, maka harus berusaha memenangkan Paslon nomor urut 02 di Pilpres 2019, bukan malah merugikan.


"Jadi jelas doktrin kita adalah, kalau ada mau jadi relawan, harus memenangkan," kata Ferry di Media Center Prabowo-Sandiaga, Jakarta Selatan, Rabu (9/1). "Kalau Anda melakukan hal-hal merugikan, otomatis gugur."

Sebab menurut Ferry, jika relawan melakukan hal-hal yang merugikan maka justru akan menimbulkan beban pada Prabowo-Sandi. Tak menutup kemungkinan hal ini akan menjadi ganjalan bagi keduanya untuk memenangkan Pilpres.

"Kelonggaran keleluasaan karena dasarnya relawan," lanjut Ferry. "Anda mau jadi relawan apa jadi beban Prabowo-Sandi."

Tanggapan serupa juga disampaikan oleh Wakil Ketua Dewan Penasehat BPN Prabowo-Sandiaga, Hidayat Nur Wahid. Hidayat menyebutkan bahwa apa yang dilakukan Bagus cukup merugikan pihaknya karena menyertakan nama-nama timses Prabowo. Sehingga, layak apabila BPN memperkarakan kasus tersebut.

"Menurut saya sih, layak apabila BPN Prabowo-Sandi memperkarakan yang bersangkutan," tegas Hidayat di Gedung DPR, Senayan, pada Kamis (10/1). "Karena dia sudah mencatut nama dan mengaitkan dengan BPN."

Selain menyatakan tidak akan memberikan perlindungan, pihak Prabowo-Sandi juga meminta agar pelaku hoaks ditindak tegas secara hukum. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Sandiaga.

Ia menegaskan bahwa hukum harus diterapkan seadil-adilnya. Siapapun yang melanggar hukum maka harus diproses tanpa tebang pilih.

"Tapi saya jelaskan pihak mana pun harus diproses seadil-adilnya," tegas Sandiaga saat ditemui di Media Center Prabowo-Sandi pada Rabu (9/1). "Jangan tebang pilih. Tak boleh ada yang tajam ke samping, tumpul ke atas."

Menurut Sandiaga, proses hukum harus dilaksanakan secara adil dan transparan. Sebab jika tidak, maka akan bisa menimbulkan rasa ketidakpercayaan publik.

"Jangan sampai terjadi, harus diproses setransparan mungkin dengan berkeadilan," lanjut Sandiaga. "Jangan sampai kita menimbulkan ketidakpercayaan yang baru."

You can share this post!

Related Posts
Loading...