Jokowi Ternyata Pegang Pulpen di Debat Pilpres Kedua Atas Saran Timses, Kenapa?
Twitter/erickthohir
Nasional

Jokowi sempat dituduh menggunakan pulpen yang dipegangnya dalam debat Pilpres kedua sebagai alat komunikasi.

WowKeren - Dalam debat Pilpres 2019 yang kedua, Capres nomor urut 01, Joko Widodo, tampak terus memegang pulpen. Hal ini pun menjadi sorotan hingga ada tudingan bahwa pulpen tersebut merupakan sebuah alat komunikasi.

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Moeldoko, mengungkapkan alasan mengapa sang petahana terus memegang pulpen. Ternyata, penggunaan pulpen tersebut adalah saran dari tim internal.


Saran tersebut diberikan lantaran tim menilai tangan Jokowi kerap bergerak-gerak saat sedang berbicara di panggung. Oleh sebab itu, tim menyarankan agar Jokowi memegang pulpen tanpa kertas.

"Bapak itu kalau tidak ada yang dipegang," tutur Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (19/2). "Itu (gerakan tangannya) macam-macam."

Jokowi disebut kerap merapikan lengan baju yang tergulung. Tim menilai bawa gerakan semacam itu tidak diperlukan.

"Kalau enggak bawa pulpen, pasti itu begitu," jelas Moeldoko. "Jadi sebenarnya itu adalah saran dari kita tim. Bapak harus bawa sesuatu."

Moeldoko pun menjelaskan bahwa awalnya, tim mengusulkan agar Jokowi membawa kertas. Namun usulan tersebut diurungkan karena takut dituduh membawa kertas contekan.

"Waktu itu diusulkan kertas. Tapi jangan, nanti dikira contekan," terang Moeldoko. "Makanya disarankan pulpen. Eh, ternyata bawa pulpen, malah dibilang lain lagi."

Sebelumnya, warganet ramai membahas pulpen Jokowi yang diduga terhubung dengan sebuah earpiece nirkabel. Ia pun dituding mendapat bantuan dalam menjawab pertanyaan debat.

Menanggapi isu tersebut, Moeldoko pun membantah. Ia menjelaskan bahwa butuh waktu lama untuk seseorang mengungkapkan informasi yang ia dengar lewat alat komunikasi. Artinya, seseorang tak bisa menerima suara dan langsung mengungkapkannya lewat kata-kata saat itu juga.

Moeldoko mengaku heran dengan pihak-pihak yang mempercayai isu-isu semacam itu. Ia bahkan menyebut kabar tersebut hanyalah omong kosong belaka.

"Aduh, ini soal kecerdasan lagi ya," ujar Moeldoko. "Omong kosong itu."

You can share this post!

Related Posts