Dipolisikan Soal Hasil Quick Count, Perludem Sebut Pelapor Salah Alamat
Nasional
Pemilu 2019

Direktur Eksekutif Perludem Titi Anggraini menegaskan bahwa lembaganya sama sekali tidak pernah melakukan survei, sebab hanya bertugas memantau jalannya Pemilu.

WowKeren - Sebanyak enam lembaga quick count dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh Koalisi Aktivis Masyarakat Antikorupsi dan Hoaks (KAMAH). Keenam lembaga survei ini dianggap telah melakukan kebohongan politik karena merilis hasil yang tidak sesuai dengan fakta.

Salah satunya Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem). Direktur Eksekutif Perludem Titi Anggraini merasa heran atas pelaporan tersebut. Menurutnya, Perludem tidak pernah melakukan survei maupun hitung cepat karena lembaga ini hanya bertugas memantau jalannya Pemilu. Oleh sebab itu, ia meminta agar pihak pelapor meninjau kembali laporan yang dimaksud.


"Mungkin bisa ditanya yang melaporkan, survei atau quick count mana yang dianggap melakukan kebohongan publik?" kata Titi dilansir dari iNews, Jumat (19/4). "Soalnya kami enggak pernah survei dan quick count."

Titi meminta agar KAMAH memastikan kembali nama-nama lembaga survei yang mereka sebut dalam laporan. "Apa ini Perludem mana? Apa Perludem yang kantornya saya, atau ada lembaga yang Perludem lain yang pernah survei atau hitung cepat? Itu mungkin yang bisa dicek," tegas Titi.

Meski demikian. Titi tidak mempermasalahkan pelaporan tersebut. Sebab menurutnya, melapor adalah hak bagi setiap warga negara. Ia hanya ingin pelapor meluruskan kesalahan apa yang dilakukan oleh Perludem sehingga lembaga ini harus dipolisikan. Sebab, melaporkan suatu lembaga atas perbuatan yang bukan menjadi ranah lembaga tersebut adalah sesuatu yang konyol.

"Perbuatan Perludem seperti apa?" lanjut Titi. "Karena kalau tidak ada perbuatannya lucu kalau melaporkan sebuah lembaga untuk sebuah perbuatan yang tidak pernah dilakukan."

Titi mengaku dirinya tidak merasa keberatan jika memang nantinya harus dipanggil untuk memberikan keterangan di kantor polisi. Sebab dengan begitu, ia juga akan menjadi lebih tahu tentang apa yang sebenarnya terjadi. "Jangan-jangan ada lembaga lain yang membuat survei atau quick count mengatasnamakan Perludem?" ujar Titi.

Selain Perludem, sejumlah lembaga survei yang dilaporkan antara lain Indo Barometer, Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Charta Politika, Poltracking, Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC). Apa yang mereka lakukan dinilai berpotensi membuat publik bingung dengan hasil Pemilu.

You can share this post!

Related Posts
Loading...