Jay Park Ungkap Perbedaan Berpromosi Di Korea Dan Amerika, Ngaku Sempat Tak Punya Teman
Selebriti

Pada Kamis (25/4), Jay Park menggelar konferensi pers untuk menyambut perilisan film dokumenter yang berjudul 'Jay Park: Chosen 1' dan membicarakan hal menarik lain.

WowKeren - Jay Park baru-baru ini menggemparkan para penggemarnya. Bagaimana tidak, rapper asal Korea itu tiba-tiba saja mengumumkan akan pensiun dari dunia hiburan. Hal ini disampaikan oleh Jay Park sendiri melalui akun Twitter pribadinya.

Sebagai gantinya, mantan anggota 2PM ini akan merilis film dokumenter di akun YouTube resmi miliknya. Film dokumenter ini berjudul "Jay Park: Chosen 1". Pada Kamis (25/4), Jay Park menggelar konferensi pers untuk menyambut perilisan film tersebut dan membicarakan hal menarik lainnya.


Dalam konferensi pers tersebut, pemilik nama asli Park Jae Bum itu menyinggung soal perbedaan yang dia hadapi ketika berpromosi di Amerika dan Korea. Seperti yang diketahui bahwa Jay Park kini tergabung dengan label Amerika, Roc Nation yang juga menaungi Jay-Z dan Rihanna.

“Aku sangat senang berada di Roc Nation, tetapi itu terjadi begitu saja. Aku sudah menjadi bagian dari perusahaan di Korea dan aku jugalah presidennya," ungkap Jay Park. "Itu adalah pertama kalinya Roc Nation menandatangani kontrak dengan artis sepertiku, jadi kami bolak-balik selama sekitar satu tahun. Butuh waktu lama bagi kami mencari tahu apa yang bisa kami lakukan untuk satu sama lain.”

Rapper kelahiran 1987 itu kemudian menceritakan perbedaan yang ia rasakan ketika menjadi seorang penyanyi di Korea dan Amerika. Menurutnya popularitas yang ia dapatkan di Korea tak terasa ketika berada di Amerika.

"Dalam hip hop, Jay-Z terlihat hampir seperti dewa, dan merupakan suatu kehormatan untuk dapat melihat dan bekerja sama dengan orang-orang baik," lanjut Jay Park. "Kadang-kadang kami mengadakan pesta di Roc Nation dan aku satu-satunya orang Asia di sana, jadi aku duduk di sudut sambil makan wafel tanpa teman. Aku berpikir aku harus cepat berhasil sehingga bisa bergaul dengan mereka."

“Ada perbedaan besar dalam setiap kegiatan. Di Korea, aku sudah lama aktif dan telah membuktikan kemampuanku bahkan di Asia, aku diperlakukan sebagai VIP di bandara," pungkas penyanyi itu. "Tetapi ketika aku pergi ke Amerika, aku disuruh naik taksi dan mereka mencoba memotong uang jaminan untuk acara-acara tertentu.”

Meskipun K-Pop sangat diterima di Amerika, namun pelantun "Drive" itu menjelaskan bahwa untuk musik Hip-hop masih kurang diperhatikan. Jay Park juga mengungkapkan pengalaman tak menyenangkan yang pernah menimpanya di Amerika.

"K-pop diperlakukan dengan baik di Amerika, tetapi ada sesuatu yang lebih perlu aku tunjukkan untuk musik Hip-hop. Ketika aku pergi di acara radio, DJ tiba-tiba mengejek dan mencoba membuat aku melakukan sesuatu," ungkap Jay Park. "Di Korea, aku seorang juri ‘Show Me The Money’, tapi di Amerika, aku harus bernyanyi dan rapping ketika mereka menyuruhku melakukannya."

You can share this post!

Related Posts
Loading...