Andi Arief 'Serang' Balik Kivlan Zen yang Sebut SBY Licik
Nasional

Sebelumnya, Kivlan Zen menanggapi pernyataan Andi Arief soal setan gundul. Kivlan menyebut bahwa justru Andi-lah setan tersebut dan orang-orang Partai Demokrat tidak jelas 'kelamin'-nya.

WowKeren - Cuitan Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief mengenai setan gundul masih berbuntut panjang. Mantan Kepala Staf komando Cadangan Strategis Mayjen TNI Purn Kivlan Zen menanggapi cuitan setan gundul tersebut.

Kivlan kemudian menyinggung Ketua Umum PD Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Ia menyebut bahwa SBY adalah orang yang licik. Ia yakin dengan apa yang dikatakannya sebab SBY merupakan junior-nya yang pernah ia didik.


"Sampaikan saja bahwa SBY licik," kata Kivlan di kawasan Thamrin, Jakarta, Kamis (9/5). "Dia junior saya, saya yang mendidik dia, saya tahu dia orangnya licik, dia mendukung 01 waktu menang 2014."

Lebih jauh, ia menyebut bahwa PD merupakan partai yang tidak jelas kelaminnya. "Yang setan gundul itu dia. Andi Arief setan gundul. Orang Demokrat ga jelas kelaminnya," ujar Kivlan.

Kembali menanggapi, Andi menyinggung masa lalu Kivlan yang merupakan komandan bisnis Pamwakarsa bentukan ABRI. Andi mengatakan bahwa Kivlan diuntungkan ketika Pamwakarsa membunuh puluhan orang.

"Tahun 1998 juga Pak Kivlan yang menjadi komandan bisnis Pamswakarsa gagal mempertahankan Pak Habibie (sebagai presiden)," ucap Andi dilansir dari CNN Indonesia, Jumat (10/5). "Pamswakarsa telah membawa korban rakyat cukup banyak di mana masa pro demokrasi diadu dengan Pamswakarsa. Rakyat puluhan tewas, Pak Kivlan mendapat untung dari bisnisnya."

Andi menduga bahwa Kivlan kembali muncul ke publik adalah untuk mendapat perhatian dari Prabowo. Selanjutnya, ia akan kembali merancang bisnis masa demonstrasi. Menurutnya, Kivlan tidak peduli dengan banyaknya korban yang berjatuhan.

"Munculnya Kivlan Zein sekarang saya kira untuk mendapatkan perhatian Pak Prabowo untuk kembali membuat bisnis masa demonstrasi," lanjut Andi. "Kivlan tidak peduli dengan berapa besar jatuh korban."

Lebih jauh, ia menyebut bahwa Kivlan merupakan seorang tentara yang kurang paham mengenai taktik dan strategi dalam demokrasi. Menurut Andi, pihak yang kalah memang cenderung menyalahkan orang lain.

"Secara umum Pak Kivlan tentara yang kurang mengerti taktik dan strategi dalam periode demokrasi sipil," imbuh Andi. "Bagi orang yang kalah dan tidak mengerti dimana letak kekalahannya maka paling mudah bilang orang licik."

You can share this post!

Related Posts
Loading...