Andi Arief Sebut Prabowo Sudah Merasa Kalah, Puji Capres 02 Bijak Boikot Hasil Pemilu
Nasional

Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief menafsirkan bahwa Prabowo Subianto sudah merasa kalah dalam gelaran Pilpres 2019. Meski demikian, Prabowo dinilainya bersikap bijak dengan memboikot hasil Pemilu tanpa melibatkan kekerasan.

WowKeren - Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief menyebut Capres 02 Prabowo Subianto sudah merasa akan kalah dalam pertarungan Pilpres. Hal itu diungkapkannya lewat cuitan di akun Twitter.

Prabowo memang telah menyatakan bahwa dirinya menolak hasil penghitungan Pemilu yang dianggapnya curang. Andi kemudian menafsirkan bahwa sikap Prabowo tersebut lantaran Paslon 02 kalah di Pilpres. Meski demikian, ia menilai bahwa kubu 02 tak akan mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi.


"Pak Prabowo menyatakan akan memboikot perhitungan Pilpres. Bukan memboikot Pemilu. Itu artinya, 02 pasti kalah dan 01 pemenangnya serta tidak berakhir di MK," cuit Andi di akun Twitter miliknya pada Selasa (14/5). "Setelah itu yang menjadi masalah adalah legitimasi Presiden terpilih. Karena pemboikotan bisa mengarah pembangkangan sipil."

Andi Arief Sebut Prabowo Sudah Merasa Kalah, Puji Capres 02 Bijak Boikot Hasil Pemilu

Twitter/Andi Arief

Ia kemudian memuji langkah Prabowo yang memboikot hasil Pemilu. Menurutnya, cara tersebut cukup bijak mengingat saat ini kondisi politik di Indonesia sedang tegang.

Dengan memboikot hasil Pemilu, itu artinya Prabowo tidak akan menggalang mobilisasi massa sehingga tidak akan ada aksi kekerasan. Cara semacam ini, dikatakan Andi, sudah banyak dilakukan di negara-negara lainnya.

"Pemboikotan hasil Pemilu adalah salah satu jalan damai tanpa kekerasan dan tanpa mobilisasi massa," lanjut Andi dalam cuitan yang lain. "Di beberapa negara yang Pemilu-nya bermasalah banyak yang tempuh cara ini. Ada ketegangan, tapi Pak Prabowo menurut saya cukup bijak dengan tempuh jalan ini."

Sementara itu, meski menolak hasil penghitungan suara, Prabowo masih menaruh harapan kepada Komisi Pemilihan Umum. Namun yang jelas, ia menolak segala bentuk ketidakadilan dan ketidakjujuran.

"Kami masih menaruh harapan kepadamu (KPU). Tapi sikap saya, yang jelas saya akan menolak hasil penghitungan Pemilu," kata Prabowo di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Selasa (14/5). "Hasil penghitungan yang curang. Kami tidak bisa menerima ketidakadilan dan ketidakjujuran,"

You can share this post!

Related Posts
Loading...