Jatim Siapkan RS Terapung Untuk Layani Kesehatan Masyarakat Kepulauan
Nasional

Gubernur Jatim Khofifah sudah berkoordinasi dengan sejumlah pihak seperti Kemenhub dan Kemenkes untuk menyiapkan kapal serta alat-alat kesehatan yang dibutuhkan.

WowKeren - Adanya masyarakat Jawa Timur yang tinggal di kepulauan yang terpisah dari pulau Jawa menyebabkan akses ke sejumlah layanan publik terhambat. Salah satunya adalah layanan kesehatan.

Demi mengatasi hal tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur disebut tengah mempersiapkan rumah sakit terapung. Kepastian rencana ini disampaikan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa setelah melakukan komunikasi dengan pemerintah pusat beberapa hari sebelumnya.


Khofifah mengaku sudah membahas beberapa hal terkait untuk merealisasikan program ini. Seperti peran Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dalam menyediakan kapal dan alat-alat kesehatan yang disediakan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

"Kementerian Perhubungan akan menyiapkan dua kapal untuk merealisasikan rumah sakit terapung ini," ujar Khofifah usai Halalbihalal dengan anggota DPRD Jawa Timur di Kantor DPRD, Rabu (12/6). "Saat ini kapal sedang disesuaikan untuk dijadikan sebagai rumah sakit apung."

"Kata Pak Menteri butuh waktu dua bulan untuk menyiapkan kapal untuk jadi rumah sakit terapung," imbuh mantan Menteri Sosial ini. "Mudah-mudahan dalam waktu dekat selesai sehingga bisa segera diisi alat kesehatan dan bisa beroperasi."

Ketika disinggung mengenai pembiayaan operasional, Khofifah mengaku telah mendiskusikan hal tersebut dengan pemerintah pusat juga. Ia menyebut pembiayaan operasional rumah sakit terapung ini nantinya akan menjadi beban Pemprov dan Pemerintah Daerah (Pemda) yang memiliki kepulauan.

Beberapa daerah yang disebutnya akan terlibat dalam proyek ini adalah Kota Probolinggo dan Kabupaten Sumenep. Secara spesifik Kota Probolinggo sudah menyampaikan keinginan untuk segera memiliki rumah sakit terapung untuk melayani masyarakat Kepulauan Giliyang.

"Kita sudah mengomunikasikan hal ini dengan pemerintah pusat," katanya, dikutip dari Tagar News, Kamis (13/6). "Kabupaten atau kota yang memiliki kepulauan seperti Kota Probolinggo, Kabupaten Sumenep untuk ikut sharing pendanaan."

"Ini bisa disinkronkan sehingga nanti Kota Probolinggo juga siap dana operasionalnya," lanjutnya. "Kabupaten yang ada kepulauannya juga bisa memberikan support anggaran operasionalnya."

Menariknya, kapal yang akan dijadikan sebagai rumah sakit itu tidak semata-mata untuk melayani kesehatan saja. Kapal tersebut juga akan digunakan sebagai kapal penumpang antar pulau yang ada di Jawa Timur.

"Kapal juga diformat untuk kenyamanan penumpang," pungkasnya. "Maka operasionalnya nanti kapal ini tidak kosong."

You can share this post!

Related Posts
Loading...