Anies Baswedan Ujung-Ujungnya Bangun Hunian DP Rp 0 Berupa Rusun, Pemprov DKI: Rumah Tapak Mahal
Nasional

Menurut Kepala UPT Rumah Dp Rp 0, Dzikran Kurniawan, pihaknya menargetkan hunian tersebut untuk masyarakat berpenghasilan menengah yang butuh rumah milik dengan harga murah.

WowKeren - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah berhasil merealisasikan janji kampanye dengan menyediakan hunian DP Rp 0 yang dibangun secara vertikal alias rumah susun. Hunian bernama Rusunami Klapa Village tersebut terletak di Pondok Kelapa Jakarta.

Banyak masyarakat yang menilai hunian DP Rp 0 tersebut tak sesuai ekspektasi mereka yang berupa rumah tapak. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta pun menjelaskan alasan hunian DP Rp 0 tersebut dibangun secara vertikal.


Menurut Kepala UPT Rumah Dp Rp 0, Dzikran Kurniawan, pihaknya memang sengaja membangun hunian berupa rusun lantaran rumah tapak pasti mahal harganya. Apalagi nilai tanah di Jakarta yang sudah padat juga semakin melambung.

"Kalau rumah tapak saya tanya pantas enggak, berapa harganya tuh, harga tanah aja berapa di Jakarta, mau dimana tanahnya buat bangun?" tutur Dzikran dilansir detikFinance pada Rabu (14/8). "Enggak kebayang harganya berapa kali lipat, mahal."

Padahal, menurut Dzikran, pihaknya menargetkan hunian DP Rp 0 untuk masyarakat berpenghasilan menengah yang butuh rumah milik dengan harga murah. Apabila hunian DP Rp 0 dibangun berupa rumah tapak, maka pihak yang mampu membelinya justru berasal dari kalangan menengah ke atas.

"Yang beli siapa kalau gitu? Orang kaya sendiri kan," jelas Dzikran. "Rumah DP Rp 0 yang beli kan masyarakat menengah, jadi ya gitu saja biar sesuai."

Sebagai informasi, hunian DP Rp 0 tersebut dibangun di atas lahan seluas 5.686 meter persegi dengan total 21 lantai. Hunian ini terdiri dari 780 unit yang akan dibagi dalam 3 type.

Yang pertama adalah type studio yang berjumlah 240 unit dengan kisaran harga Rp 184.800.000-Rp 195.800.000 per unit. Yang kedua adalah type 1 kamar tidur yang berjumlah 180 unit dengan kisaran harga Rp 210.760.000-Rp 213.400.000 per unit. Sedangkan yang ketiga adalah type 2 kamar tidur yang berjumlah 360 unit dengan kisaran harga Rp 304.920.000-Rp 310.640.000 per unit.

Di sisi lain, Anies juga sempat "disentil" oleh warganet soal hunian DP Rp 0 ini. Warganet menyinggung Anies yang sempat berjanji hunian DP Rp 0 akan berupa rumah tapak, bukannya rusun.

You can share this post!

Related Posts
Loading...