Gojek Sayangkan Aksi Demo Driver di Medan, Tegaskan Tak Ada Sistem Prioritas
Nasional

Sebelumnya, massa pengemudi ojek online menggelar aksi demo di Medan, Selasa (13/8) untuk menuntut pemerataan order dan meminta tak ada lagi penerimaan pengemudi ojol baru.

WowKeren - Pihak Gojek angkat bicara menanggapi aksi demo yang digelar oleh para mitra pengemudi di Medan pada Selasa (13/8). Head of Regional Corporate Affairs Gojek Teuku Parvinanda Handriawan menyayangkan aksi tersebut. Adapun demo tersebut digelar untuk menuntut pemerataan order serta meminta Gojek tak menerima lagi pengemudi baru.

"Kami menyayangkan aksi demonstrasi yang dilakukan oleh mitra driver di Medan tanggal 13 Agustus 2019," ujar Andri melalui keterangan tertulis, Rabu (14/8). "Karena sesungguhnya Gojek menyadari arti penting komunikasi dengan mitra driver. Untuk menjaga kualitas komunikasi antara Gojek dengan mitra driver, kami telah rutin menggelar kopdar."


Dalam kopdar itu, Gojek tak menggelar komunikasi satu arah berupa sosialisasi saja, namun juga memberikan kesempatan pada driver untuk menyampaikan aspirasi mereka. Dengan begitu, komunikasi dua arah bisa tetap terjalin. Ada banyak hal yang dibahas dalam kopdar, mulai sosialisasi keamanan dan keselamatan hingga kebutuhan driver.

"Topik Kopdar sangat beragam, terutama hal-hal yang berkaitan dengan operasional," jelas Andri "Seperti sosialisasi mengenai keamanan dan keselamatan, tarif, bagaimana menjalankan order dengan tetap mengedepankan kualitas layanan, hingga apa yang menjadi kebutuhan mitra driver untuk membuat mereka lebih berdaya dan produktif."

Terkait tuntutan prioritas, Gojek menegaskan bahwa pihaknya tidak ada sistem tersebut. "Perlu kami informasikan bahwa tidak ada sistem prioritas di Gojek. Yang dilakukan oleh Gojek adalah pembaharuan sistem alokasi, dimana Gojek berkomitmen untuk terus meningkatkan kemudahan dan kenyamanan mitra driver dalam bekerja," jelas Andri.

Dalam sistem yang baru tersebut, driver yang rajin dan punya rating tinggi memiliki peluang yang lebih besar untuk mendapatkan order. Sistem yang baru itu juga diharapkan bisa mengurangi intensitas kecurangan yang dilakukan oleh driver.

"Kemudian, mitra yang paling rajin (tidak pilih-pilih order), punya rating tinggi, berpeluang lebih besar untuk mendapatkan order tersebut," lanjut Andri. "Melalui sistem yang baru ini, jumlah mitra driver yang berbuat curang menggunakan Fake GPS dapat berkurang."

You can share this post!

Related Posts
Loading...