Anies Sebut Pejabat Negara Harus Mahir Bahasa Internasional: Jangan Ke LN Cuma Jalan-Jalan
Nasional

Pernyataan Anies Baswedan tersebut dalam rangka menanggapi Presiden Jokowi yang meminta agar para pejabat negara tidak sering-sering melakukan studi banding ke luar negeri.

WowKeren - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berbicara menanggapi pernyataan Presiden Joko Widodo alias Jokowi terkait kunjungan keluar negeri. Sebelumnya, Jokowi sempat menyentil para anggota dewan yang kerap melakukan studi banding ke luar negeri.

Anies menilai bahwa kunjungan kerja memang hal yang penting namun tak hanya terbatas pada kegiatan studi banding. Ia lantas menyebut pentingnya untuk bisa berbahasa internasional bagi para pemimpin lembaga negara. Dengan begitu, mereka tidak hanya akan menjadi pendengar setia saat berada di acara-acara internasional.


"Saya menganjurkan para pemimpin bisa bahasa internasional," kata Anies di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Jumat (16/8). "Agar di pertemuan internasional bisa berkomunikasi, bisa berpidato, kalau tidak, hanya menjadi pendengar."

Menurut Anies, Indonesia harus bisa menjadi pembicara aktif di kancah internasional. Yang mana, hal itu hanya bisa dilakukan jika para pemimpin lembaga negara menguasai bahasa internasional.

"Saya garis bawahi, kalau tidak bahasa internasional maka bisa minder di dunia internasional," tutur Anies. "Cuma bisa jalan-jalan saja dan kemudian melihat internasional dijauhi. Jangan dong."

Padahal, dalam UUD 1945 disebutkan bahwa Indonesia harus berperan aktif dalam pembangunan dunia. "Indonesia hadir untuk internasional, itu perintah pembukaan undang-undang dasar, terlibat di dalam membangun keterlibatan dunia," tegas Anies.

Ia menekankan agar para pejabat Indonesia tidak merasa minder ketika berada di LN. Justru, ia meminta agar mereka lebih aktif untuk memberikan kontribusi bagi dunia. "Para pemimpin republik ini sejak awal itu melihat dunia setara, jangan minder sama dunia, seakan-akan dunia lebih besar ,tidak, datang kesana mewarnai justru penting," ucap Anies.

Lebih jauh, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu meminta agar utusan dari Indonesia bisa memberitahukan pada dunia terkait kemajuan NKRI. "Tapi kalau jalan ke sana untuk jalan-jalan nah itu salah. Jalan berpidato menyampaikan pandangan menceritakan kemajuan Indonesia mengajak orang untuk datang ke sini itu penting," pungkas Anies.

You can share this post!

Related Posts
Loading...