Situasi Keamanan Masih Mencekam, Polda Maluku Utara Kirim 100 Brimob ke Papua
Nasional
Demo Rasisme Papua

Situasi keamanan yang masih terasa mencekam dan belum kondusif, Kepolisian Daerah Maluku Utara Kembali mengirimkan sebanyak 100 personel Brimob ke Provinsi Papua.

WowKeren - Kondisi keamanan di Papua yang masih terasa mencekam dan belum kondusif membuat Kepolisan Daerah (Polda) Maluku Utara kembali mengirimkan personel Brimob ke Provinsi Papua. Polda Maluku Utara kembali mengirim 100 personel Brimob pada Senin (2/9) guna memulihkan ketertiban di Papua.

Sebelumnya Polda Maluku telah sempat mengirim sebanyak 100 personel Brimob ke Papua pada 22 Agustus lalu. Pengiriman anggota Brimob ke Papua pada 22 Agustus lalu dalam rangka pengamanan Amanusa II Polda Papua dan Papua Barat. Sementara itu, pengiriman personel Brimob kali ini ke Papua atas perintah dari Mabes Polri.

Wakil Kapolda Maluku Utara Komisiaris Besar Lukas Akbar Abriari kembali memimpin pelepasan personel Brimob yang dikirim ke Papua di Markas Brimob Polda Malut Ternate. Lukas mengingatkan kepada seluruh Brimob agar tidak bertindak sendiri-sendiri dan selalu mengikuti arahan perintah dari pimpinan di Papua. Ia juga mengatakan jika pihaknya memang sudah mempersiapkan sebanyak 5 SSK jikalau tiba-tiba langsung diperlukan BKO (Bantuan Kendali Operasi) ke Papua.


"Karena mereka personel BKO (Bantuan Kendali Operasi), jadi kendalinya ada pada satuan setempat. Karena mereka semua adalah ikatan kesatuan," ujar Kombes Lukas Akbar Abriari pada Senin (2/9). "Pekan lalu, sebanyak 1 SSK Brimob Polda Malut telah dikirim ke Papua dan kami siap untuk berangkatkan, kalau yang saat ini karena dibutuhkan."

Sementara itu Dansat Brimob Polda Maluku Utara Kombes Budi Sartrijo meminta para personel Brimob di bawah kendali operasi (BKO) yang akan dikirim ke Papua agar tidak khawatir dan gentar. Menurutnya personel Brimob harus selalu bertindak berdasarkan Standar Operasional Prosedural (SOP) yang telah ditentukan. Ia juga meminta anggota Brimob agar memperbanyak gas air mata dan menghindari amunisi tajam demi menghindari konflik yang lebih besar.

"Personel harus perbanyak gas air mata, jangan sekali-kali menggunakan amunisi tajam, karena bisa berakibat fatal," jelas Budi Sartrijo saat memberikan arahan kepada personel BKO di Kompi 3 Den B Brimob Polda Malut. "Harus kedepankan SOP dalam bertindak dan tidak ada pergerakan secara sendiri karena semuanya harus body system dan patuhi aturan sesuai protap dan penggunaan amunisi untuk jangan sekali-kali menggunakan amunisi tajam karena itu sudah ada tahapannya baik tahap 1 hingga tahap 5."

(wk/wahy)

You can share this post!

Related Posts