Putra Sulung BJ Habibie Ungkap Mimpi Sang Ayah yang Belum Sempat Tercapai
WowKeren/Fernando
Nasional
BJ Habibie Meninggal Dunia

Putra sulung Habibie, yakni Ilham Akbar Habibie, mengenang sosok sang ayah selama hidupnya dan mengungkapkan mimpi apa yang belum sempat dicapai oleh Presiden ke-3 RI itu.

WowKeren - Kepergian Presiden ke-3 RI, BJ Habibie, meninggalkan duka mendalam bagi warga Indonesia. Sang Bapak Teknologi hari ini (12/9) telah dikebumikan tepat di samping pusara istrinya, Hasari Ainun Besari, di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata.

Putra sulung Habibie, yakni Ilham Akbar Habibie, lantas mengenang sosok sang ayah selama hidupnya. Bagi Ilham dan banyak orang lainnya, Habibie merupakan seorang motivator dan sumber inspirasi.


"Itu bagaimana kita semuanya melihat bapak. Kalau menurut saya, atas pengamatan saya, banyak orang yang datang ke saya dan memuji bapak. Semuanya memberi masukan, juga menyampaikan hal yang sama pada bapak," tutur Ilham kala ditemui WowKeren usai prosesi pemakaman Habibie. "Bapak saya memberikan motivasi dan inspirasi, bapak adalah negarawan sejati, dan sebagainya. Sepertinya tidak perlu saya merincikan."

Meski dikenal publik sebagai negarawan dan insinyur, Ilham menuturkan bahwa Habibie juga memiliki peran sebagai seorang ayah. Ilham juga memuji Habibie yang selalu memberikan cintanya demi kebaikan bersama.

"Tentu di atas semuanya, bapak kita adalah seorang bapak. Ayah yang mempunyai anak, dan juga seorang eyang yang mempunyai cucu," ujar Ilham. "Dan bapak dalam hal ini memberikan sepenuhnya cintanya, dan juga masukannya, kebijakannya, semuanya demi kemajuan dan manfaat semua."

Selain itu, Ilham juga mengungkapkan mimpi Habibie yang belum sempat tercapai. Sesuai dengan julukannya sebagai Bapak Dirgantara Indonesia, mimpi Habibie ini juga berkaitan dengan pesawat terbang.

"Mimpi yang belum terealisasikan saya kira jelas itu. Tadi Bapak Presiden Joko Widodo menyampaikan hal terkait dengan penerbangan perdana N250 pada tanggal 10 Agustus 1995," kata Ilham. "Yang sampai sekarang masih kita peringati sebagai hari kebangkitan teknologi nasional. Tentu kita tidak inginkan N250 itu seperti museum. Hanya kita lihat, kita memandang, tapi tidak bisa menggunakan dan tak ada manfaat buat kita. Padahal kita negara yang sangat besar, dan sangat banyak diperlukan pesawat."

Menurut Ilham, ayahnya berambisi untuk mewujudkan pesawat buatan dalam negeri sebelum tutup usia. Perusahaan yang dibangunnya, yakni Regio Aviasi Industri, kini tengah menggarap proyek pesawat bernama R80. Habibie diketahui telah memperkenalkan rancangan pesawat ini pada 2013 silam.

"Dalam hal ini bapak telah memulai dan menciptakan suatu pesawat baru yang belum tuntas, namanya R80," pungkas Ilham. "Itu adalah suatu contoh yang masih perlu kita wujudkan bersama. Itu adalah cita-cita bapak, yang juga adalah cita-cita kita semua. Itu satu contoh (mimpi Habibie yang belum tercapai)."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts