Arief Poyuono Akui Gerindra Minta Jatah 3 Menteri ke Jokowi, Ini Kata Puan Maharani
Nasional

Kabarnya, 3 nama yang disodorkan oleh Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto adalah Waketum Eddhy Prabowo, Waketum Fadli Zon, dan juga Sandiaga Uno.

WowKeren - Partai Gerindra dikabarkan meminta 3 kursi Menteri di kabinet Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono, lantas mengakui kabar tersebut.

"Ya sepertinya kita memang akan minta 3 posisi kementerian di pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin," ujar Poyuono pada Jumat (4/10). "Tapi semua itu bergantung dengan Presiden Joko Widodo yang punya hak menyusun kabinet."

Kabarnya, 3 nama yang disodorkan oleh Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto adalah Waketum Eddhy Prabowo, Waketum Fadli Zon, dan juga Sandiaga Uno. Menurut Poyuono, ketiga tokoh yang diajukan berkompetensi di bidangnya masing-masing.

"Sandiaga, Fadli, dan Edhy Prabowo mereka semua tokoh Gerindra yang kompeten dan cerdas kok untuk bisa membantu pemerintahan Pak Joko Widodo," terang Poyuono. "Yang ke depan punya tantangan dan ancaman problem besar dengan ekonomi kalau melihat situasi global dan prediksi bank dunia terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia yang hanya akan tumbuh di bawah 5 persen. Dan tentu saja mereka bertiga akan bisa membantu pemerintahan Joko Widodo nantinya."


Selain itu, Poyuono juga merasa bahwa wajar Gerindra mengajukan 3 nama Menteri. Pasalnya, partai besutan Prabowo tersebut masuk dalam 3 besar pemenang Pemilu 2019.

"Wajar kita minta 3 posisi karena Gerindra kan partai tiga besar di parlemen. Tapi sekali lagi semua itu saya rasa Pak Joko Widodo juga harus membicarakan dengan Parpol yang mengusungnya," jelas Poyuono. "Tidak hanya dengan PDIP ya, karena share holder-nya Joko Widodo-Ma'ruf Amin di luar PDI Perjuangan, kalau digabung jauh lebih besar."

Menanggapi kabar merapatnya partai Gerindra ke pemerintahan Jokowi, Ketua DPP PDIP, Puan Maharani, pun dimintai komentar. "Oh itu tanya Presiden, dong," tutur Puan di Gedung DPR.

Menurut Puan, persoalan kabinet merupakan hak prerogatif Presiden, sehingga ia enggan berkomentar lebih jauh. "Itu prerogatif Presiden," pungkas Puan.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!