Heboh Gali Harta Karun Sriwijaya, Manik 'Mata Setan' Laku Rp3 Juta per Butir
Nasional
Darurat Kabut Asap Kalimantan

Warga masih heboh dan terus melakukan penggalian di lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) demi menemukan peninggalan kerajaan Sriwijaya, harta ini laku jutaan rupiah.

WowKeren - Baru-baru ini sejumlah warga telah berbondong-bondong mendatangi lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berada di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, tepatnya kawasan Pesisir Timur Sumatera. Kedatangan warga ini untuk melakukan penggalian di wilayah karhutla demi menemukan harta karun dari peninggalan Kerajaan Sriwijaya.

Peninggalan harta karun Sriwijaya tersebut telah menjadi daya tarik warga yang ingin menemukan benda-benda bersejarah tersebut. Sejumlah warga yang berhasil menemukan harta karun tersebut lantas menjual penemuannya tersebut dengan harga yang cukup tinggi.

Salah seorang warga bernama Jumadi menceritakan tentang bagaimana dirinya melakukan penggalian di lokasi tersebut hingga mendengar cerita warga lainnya yang menemukan harta yang cukup bernilai. Jumadi mengakui jika dirinya menemukan banyak manik-manik dari penggalian tersebut.

Menurut Jumadi, benda utama yang dicari di lokasi tersebut pada umumnya berupa emas dan manik-manik atau biasa warga menyebutnya sebagai "mata setan" atau "mata kucing". Penyebutan berasal dari motif manik-manik yang diduga dari batu atau kaca dan berwarna merah dan oranye.


"Alhamdulillah ada hasil, sepertinya manik-manik. Tapi bukan yang diharapkan," kata Jumadi saat menceritakan penemuannya. "Manik-manik yang disebut mata setan atau mata kucing itu harganya jauh lebih tinggi dari emas."

Berdasarkan pengakuan Jumadi, harga yang ditawarkan untuk manik-manik tersebut lebih tinggi dari emas apalagi jika motifnya menarik. Dirinya bercerita bahwa sebelumnya ada seorang warga yang berhasil menemukan manik-manik jenis itu dengan ukuran sekitar biji tasbih. Manik- manik tersebut akhirnya dibeli kolektor hingga Rp3 juta per butirnya.

"Saya juga kurang tahu kelebihanya apa. Tapi benda itu yang memang kini diburu selain dari emas," ujar Jumadi. "Pembeli atau kolektor kadang langsung datang ke lokasi pencarian, tapi ada juga yang ke rumah-rumah warga. Mereka (kolektor) ini ada yang memang orang OKI, ada juga yang datang dari Palembang."

Sementara untuk manik-manik biasa, harga yang ditawarkan adalah sebesar 30-50 ribu per ons dan tergantung dari tawar-menawar dengan pembeli. Sementara jika menemukan emas, biasanya akan dihargai Rp 500 ribu per gram, baik itu ditemukan berupa cincin, maupun lempengan-lempengan kecil.

(wk/wahy)

You can share this post!

Related Posts