Wacana Maju Pilwakot Sering Disebut Dinasti Politik, Gibran Beri Jawaban Menohok
Nasional
Wacana Gibran Jadi Wali Kota Solo

Gibran Rakabuming Raka kerap diisukan membangun dinasti politik usai ingin maju mencalonkan diri sebagai Wali Kota Solo 2020. Menanggapi hal tersebut, ia pun memberikan respon menohok.

WowKeren - Putra Sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka tengah menjadi sorotan usai rencananya untuk maju ke bursa Pemilihan Wali Kota Solo 2020. Ia bahkan telah menemui Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri untuk meminta restu dalam melancarkan jalannya.

Tak sedikit yang mengatakan jika rencana Gibran tersebut tak lepas dari pewarisan dinasti politik. Menanggapi hal itu, Gibran pun membantah isu keikutsertaannya dalam politik sebagai warisan dinasti politik.


Kalaupun memang dia berniat untuk membentuk dinasti politik, maka tak susah bagi putra sulung Jokowi itu untuk meminta jatah menteri kepada sang ayah yang notabene Presiden RI. Justru ia mengibaratkan jika situasinya saat ini diibaratkan tengah ikut ke perlombaan yang ada kemungkinan untuk tak dipilih sekalipun ia putra Presiden.

"Mungkin orang bilang dinasti politik. Saya ini ikut kontestasi. Bisa dipilih bisa tidak. Bisa kalah bisa menang," kata Gibran di Hotel Balairung, Jakarta Pusat, Minggu (10/11). "Kalau dinasti politik saya sudah minta jadi menteri atau apa saja sudah cukup."

Gibran sendiri mengakui jika dirinya sempat enggan masuk politik karena imej yang tidak baik. Namun, akhirnya ia membalik paradigma tersebut dengan beranggapan bahwa menjadi politikus bisa membantu banyak orang.

"Kalau pengusaha, punya pegawai, ratusan pegawai, bisa menghidupi orang banyak," ungkap Gibran. "Ketika punya perusahaan punya dana CSR misal Rp 100 juta, Rp 200 juta, Rp 1 miliar hingga Rp 2 miliar berapa dari uang itu yang bisa sentuh masyarakat?"

Ia berpikir dengan menjadi politikus dirinya bisa menyentuh lebih banyak kalangan. "Kalau ingin sentuh lebih banyak orang terjun ke politik dan kurang lebih bisa sentuh 600 ribu orang di Solo," sambungnya.

"Saya sadari sebagai anak muda kita harus ubah mindset orang politik selalu kotor," tutup Gibran. "Ini momen anak muda jadi penggerak, bukan jadi objek yang digerakkan. Kenapa enggak nunggu Bapak selesai jadi Presiden? Kelamaan! Maunya sekarang."

You can share this post!

Related Posts
Loading...