Jokowi Seret SBY Soal Tekor Jiwasraya, Demokrat Beri Balasan Menohok
Twitter/jokowi
Nasional
Skandal Korupsi Jiwasraya

Jokowi menyebut Jiwasraya sejatinya sudah bermasalah sejak 10 tahun lalu, atau secara tidak langsung menyalahkan era kepemimpinan SBY. Menanggapinya, Partai Demokrat pun angkat bicara.

WowKeren - BUMN kembali diguncang masalah. Kali ini perusahaan asuransi pelat merah, Jiwasraya, harus mengalami defisit akibat indikasi korupsi para petinggi terdahulunya. Kasus yang mendadak jadi prioritas beberapa otoritas ini disebut-sebut menyebabkan negara merugi hingga Rp13,7 triliun.

Menanggapinya, Presiden Joko Widodo mengaku pihaknya dan jajaran menteri sudah menemukan gambaran solusi yang bisa diterapkan. Namun demikian, Jokowi mengaku masalah ini mungkin lama untuk diurai karena sejatinya Jiwasraya sudah bermasalah sejak sepuluh tahun lalu alias di era pemerintahan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Mengetahui nama SBY ikut diseret dalam pusaran defisit Jiwasraya, Partai Demokrat yang menaungi karier politik SBY pun langsung angkat bicara. Menurut politikus Demokrat, Ferdinand Hutahaean, pernyataan Jokowi itu sebenarnya tidak pantas untuk disebutkan.

Pasalnya, selain secara tidak langsung menyalahkan SBY, menurutnya apa yang disampaikan Jokowi juga tidak tepat. Sebab menurutnya keuangan Jiwasraya di era SBY cukup baik.


Perusahaan asuransi tertua di Indonesia itu, ujar Ferdinand, selalu membukukan laba yang cukup baik. Baru pada tahun 2017 terjadi defisit besar-besaran.

"Jadi kalau Pak Jokowi menyampaikan masalah ini sejak zaman SBY, maka tak sepatutnya disampaikan," jelas Ferdinand di Kantor Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (19/12). "Karena faktanya tidak benar. Sepuluh tahun lalu Jiwasraya membukukan laba bersih yang baik."

Lebih lanjut, Ferdinand pun tak segan memberi balasan menohok untuk pernyataan Jokowi tersebut. Ia menilai sang mantan Wali Kota Solo hanya tengah mencari aman di tengah pusaran kasus Jiwasraya dengan menyalahkan era kepemimpinan SBY.

"Jadi kalau ada masalah, membawa-bawa nama SBY. Jadi beliau merasa aman, tak lagi ada masalah," kata Ferdinand, seperti dilansir Suara. "Jadi, Pak Jokowi ini sedang menyandarkan kenyamanannya sebagai pemimpin, ketika membawa nama SBY, kalau ada masalah."

Permasalahan Jiwasraya ini sendiri diketahui cukup pelik. Bahkan belakangan kasus Jiwasraya disamakan dengan skandal Bank Century yang berujung di-bailout oleh pemerintah.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts