Pelaku Teror Terungkap, Novel Baswedan Minta Jokowi Berpihak Pada KPK
Nasional
Kasus Penyerangan Novel Baswedan

Setelah terduga pelaku teror penyiraman air keras terungkap, Novel Baswedan mengingatkan Presiden Jokowi untuk selalu berpihak kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

WowKeren - Kasus teror penyiraman air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan berhasil masuk ke babak baru setelah kepolisian berhasil mengungkap dua tersangka yang diduga bertanggung jawab dalam penyerangan tersebut. Novel lantas angkat berbicara mengenai kasus ini dengan memberikan peringatan kepada Presiden Joko Widodo.

Novel mengingatkan Presiden Jokowi agar selalu fokus pada penguatan KPK. Ia meminta agar Jokowi selalu berpihak kepada seluruh langkah untuk menguatkan pemberantasan korupsi di tengah-tengah maraknya isu penyerangan terhadap karyawan hingga mantan komisioner KPK.


Oleh sebab itu, Novel berharap agar Jokowi sebagai seorang pemimpin dapat terus berpihak kepada KPK dalam memberantas seluruh tindakan korupsi. Selain itu, dukungan Jokowi juga dinilai dapat mengurangi berbagai serangan yang diarahkan ke KPK oleh sejumlah pihak dan melindungi pekerja di lembaga antirasuah tersebut.

"Tentunya presiden kan pemimpin kita, ketika ada suatu tindakan yang luar biasa, penyerangan," ujar Novel saat ditemui di kediamannya Jalan Deposito, Kelapa Gading, Jakarta Utara pada Sabtu (28/12). "Ingat lho, serangan terhadap KPK itu tak cuma saya, banyak. Dan tidak ada satupun yang terungkap, sehingga sikap dan keberpihakan presiden itu penting."

Novel sangat meyakini jika penyerangan yang dialaminya beserta anggota KPK lainnya tidak dilakukan karena masalah pribadi antar orang melainkan masalah suatu kelompok. Oleh sebab itu, ia berharap agar Jokowi benar-benar memberikan perhatian serius kepada KPK dalam melakukan upaya pemberantasan korupsi yang memang berbahaya.

"Karena penyerangan terhadap KPK itu nggak mungkin orang per orang. Pasti ada kelompok, pasti ada ya tidak sendiri lah," ungkap Novel. "Maka keberpihakan presiden itu menunjukkan bahwa harapan ke depan pemberantasan korupsi itu benar-benar nyata."

Walaupun Jokowi juga sedang dihujani kritik lantaran dinilai melakukan pelemahan KPK lewat pengesahan revisi UU KPK, namun bagi Novel langkah presiden untuk melindungi pekerja KPK tetaplah penting. "Terlepas dari segala persoalan UU dan pelemahan KPK saat ini, tapi tetap saja mengenai orang-orang yang berbuat memberantas korupsi itu menjadi isu yang penting," tegas Novel.

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts