Dikritik PKS Karena Bolak-Balik Kunker ke Luar Negeri, Prabowo: Memang Kita Butuh Untuk Keliling
Nasional

Tercatat, sejak dilantik menjadi Menteri Pertahanan pada Oktober 2019 hingga saat ini, Prabowo Subianto telah melakukan kunjungan kerja (kunker) ke 7 negara.

WowKeren - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sempat mengkritik Menteri Pertahanan Prabowo Subianto karena sering melakukan kunjungan kerja (kunker) ke luar negeri. Tercatat sejak dilantik menjadi Menhan pada Oktober 2019 hingga saat ini, Prabowo telah melakukan lawatan ke 7 negara.

Merespons kritik dari PKS tersebut, Prabowo menyatakan bahwa kunker ke luar negeri ia lakukan demi kepentingan negara. Terutama terkait alat utama sistem pertahanan (alutsista).

"Memang kita butuh untuk keliling, menjajaki kemungkinan-kemungkinan," ungkap Prabowo di Gedung DPR pada Senin (20/1). "Kita harus pelajari alutsista yang ada."

Menurut Prabowo, pemerintah Indonesia perlu mendapatkan dukungan dari negara lain demi membangun kekuatan pertahanan. Selain itu itu, Prabowo juga menilai pemerintah perlu menjajaki peluang agar negara-negara lain mau menjual alutsista mereka kepada Indonesia.

"Kita juga harus minta dukungan dari negara-negara lain," terang Prabowo. "Karena belum tentu alutsista itu diberi kepada kita untuk dibeli."


Sebelumnya, Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera, menyebut bahwa kunker ke luar negeri harus memiliki tujuan yang jelas. Ia pun berharap agar ada timbal balik yang setimpal dari kunker Prabowo ke 7 negara tersebut.

"Kunjungan ke luar negeri monggo saja dilakukan, tetapi mesti dipastikan return on investment-nya jauh lebih baik," tutur Mardani pada Jumat (17/1) pekan lalu. "Dan semua perlu disampaikan kepada publik secara transparan."

Tak hanya itu, Mardani juga menilai wajar apabila Prabowo mendapat sorotan publik terkait kunkernya ke luar negeri. Pasalnya, tutur Mardani, hal tersebut berkaitan dengan kepentingan rakyat serta menggunakan uang rakyat pula.

"Semua pejabat publik mesti siap untuk mendapat pengawasan dari publik," pungkas Mardani. "Karena dana yang digunakan memang dana masyarakat."

Sementara itu, juru bicara Prabowo, Dahnil Anzar Simanjutak, telah menyatakan bahwa kunker Prabowo ke 7 negara tersebut adalah bentuk perhatian khusus terhadap modernisasi alutsista TNI. "Beliau akan fokus enam bulan ini pada alutsista dan istilahnya ini komponen utama, perhatian khusus beliau terhadap TNI," jelas Dahnil di Kantor Kementerian Pertahanan, dilansir Kompas.com, Kamis (17/1).

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts