WNI Eks ISIS Disebut Bakal Nekat Pulang Via Filipina, Mahfud MD Angkat Bicara
Nasional
Pro-Kontra Pemulangan WNI Eks ISIS

Pemerintah menduga para WNI eks anggota ISIS itu masih bisa kembali ke Indonesia lewat 'jalur tikus' seperti Filipina, kendati kini sudah ditolak secara tegas oleh Presiden Joko Widodo.

WowKeren - Belum tuntas masalah wabah virus Corona, kini pemerintah ikut dibuat pusing dengan masalah pemulangan WNI eks anggota organisasi terorisme internasional Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Diketahui sebanyak 600-an WNI yang sudah bermigrasi ke Suriah meminta agar bisa dipulangkan ke Indonesia pasca kejatuhan jaringan terorisme itu.

Namun akhirnya pemerintah mengambil keputusan tegas untuk tidak memulangkan para WNI eks ISIS tersebut. Secara spesifik, Presiden Joko Widodo mengaku keputusan itu diambil demi melindungi ratusan juta penduduk Indonesia saat ini.


"Saya kira kemarin sudah disampaikan bahwa pemerintah punya tanggung jawab keamanan terhadap 267 juta penduduk Indonesia, itu yang kita utamakan," terang Jokowi ketika ditemui di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (12/2). "Oleh sebab itu, pemerintah tidak memiliki rencana untuk memulangkan orang-orang yang ada di sana, ISIS eks WNI."

Kebijakan ini pun menimbulkan polemik tersendiri di kalangan masyarakat. Salah satunya kekhawatiran mereka akan menempuh jalur ilegal demi bisa kembali ke Indonesia, salah satunya lewat Filipina.

Potensi ini disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Dewan Ketahanan Nasional, Laksdya TNI Achmad Djamaludin. Namun demikian, Achmad mengaku Indonesia sudah mempersiapkan berbagai langkah antisipatif seperti dari polisi, BAIS TNI, dan BIN.

"Dari Kepolisian, BAIS TNI, BIN, itu juga sudah melakukan langkah antisipatif untuk melakukan itu," jelas Achmad ketika dijumpai di sela-sela acara pelatihan ESQ Sekjen DKN di Hotel Grand Mercure Harmoni, Jakarta Pusat, Kamis (13/2). "Larinya kan akan paling banyak ke wilayah Asia Tenggara, khususnya Filipina. Itu jalurnya paling banyak ke sana."

Menanggapi hal tersebut, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD pun angkat bicara. Mahfud menyebut akan mengantisipasi segala kemungkinan para mantan simpatisan ISIS itu akan kembali ke Indonesia lewat jalur ilegal.

"Kalau lewat jalur tikus ya ditangkap dong, yang problem itu kalau mereka ada yang menyembunyikan paspor, bilang paspornya cuma pura-pura dibakar," kata Mahfud di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (12/2). "Lalu lewat jalur-jalur gelap itu melalui negara yang bebas visa untuk masuk ke Indonesia."

Namun Mahfud enggan membeberkan rinci langkah antisipasi pemerintah. "Itu kita sudah antisipasi, tapi kan nggak harus dibilang ke Anda semua. Kalau ditangkal diceritakan mereka bikin cara lain," terangnya, dikutip dari Tribun News.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts