Anggota DPR RI Fraksi Gerindra Fadli Zon turut buka suara terkait keris milik Diponegoro yang dikembalikan oleh Raja dan Ratu Belanda Selasa (10/3) lalu.
- Nidya Putri
- Kamis, 12 Maret 2020 - 09:00 WIB
WowKeren - Raja dan Ratu Belanda baru saja berkunjung ke Indonesia. Keduanya disambut dengan tangan terbuka oleh Presiden Joko Widodo.
Dalam kesempatan tersebut, Raja Willem Alexander dan Ratu Maxima mengembalikan keris yang diklaim milik Pangeran Diponegoro. Pengembalian ini dilakukan secara simbolik di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (10/3).
Sayangnya, banyak yang pihak yang masih meragukan keaslian keris yang dikembalikan tersebut. Seperti Kurator Museum Keris Nusantara di Solo, Ki Ronggajati Sugiyatno.
Selain itu, Anggota DPR RI Fraksi Gerindra Fadli Zon juga meragukan bahwa keris tersebut bukanlah Naga Siluman yang merupakan milik Diponegoro. Ia berpendapat bahwa keris tersebut masih berada di Museum Volkenkunde, Leiden, Belanda.
Hal ini disampaikan Fadli melalui akun Twitternya. "Keris yang dibawa kembali itu dhapurnya bukan Nogo Siluman," katanya melalui unggahan Twitter. "Dari dhapurnya Nogo Rojo tangguh era Mataram Sultan Agung."
Sebagai Ketua Umum Sekretariat Nasional Perkerisan Indonesia (SNKI), organisasi perkerisan Indonesia yang terdaftar di UNESCO, Fadli yakin keris Pangeran Diponegoro yang dikembalikan Raja Belanda kepada Indonesia baru-baru ini bukan keris Naga Siluman. Pasalnya, ia mengaku pernah melihat langsung bentuk keris tersebut.
"Ada 3 keris Diponegoro, kemungkinan yang 2 Nogo Siluman masih di Volkenkunde Museum," ujar Fadli. "Saya pernah lihat Nogo Siluman lurus dan luk yang dibuat pada era sebelum PB III."
Ia kemudian bercerita bahwa pihaknya telah mengirim 3 peneliti SNKI ke Belanda tahun 2017 termasuk dirinya dan di tahun 2018 bersama Basuki Teguh Yuwono, Mpu Toto Brojodiningrat. Mereka adalah yang sempat melihat Keris Diponegoro secara langsung.
"Ini kemungkinan besar Kyai Nogo Siluman berluk milik Pangeran Diponegoro," kata Fadli yang menyertakan sebuah foto keris. Ia melanjutkan bahwa keris tersebut nampak berbeda dengan pusaka yang diserahkan oleh Raja Belanda kepada Presiden Jokowi baru-baru ini.
Meski begitu, Fadli tetap mengapresiasi keris-keris ini tetap terjaga dengan baik meskipun sempat menjadi barang rampasan perang oleh Belanda. Ia berharap agar keris-keris lain yang bersejarah juga bisa kembali ke Indonesia.
"Keris Diponegoro ada 3 buah, ada di ruang yang sama di Museum Volkenkunde. Yang dibawa ini Nogo Rojo," tutupnya. "Dua keris Diponegoro dhapur Nogo Siluman yang legendaris belum terbawa. Ya mungkin next time ya. Berikut ini fotonya, yang kiri ber-luk, yang kanan lurus. Tangguh HB sepuh."
(wk/nidy)