Kemenkes Soal Imbauan WHO: Ini Bencana, Bukan Darurat Nasional
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menanggapi imbauan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk segera mendeklarasikan status darurat Nasional di Indonesia.

WowKeren - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebelumnya mengimbau Pemerintah Indonesia untuk segera mendeklarasikan status darurat Nasional. Imbauan ini diberikan setelah terjadi lonjakan kasus virus corona (covid-19) di Indonesia dalam sepekan terakhir.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menanggapi imbauan dari WHO tersebut. Menurut Kemenkes, saat ini wabah virus corona yang telah masuk ke Indonesia merupakan bencana nasional, bukan darurat nasional.

"Bukan darurat nasional. Ini sudah bencana nasional," kata Dirjen P2P Kemenkes sekaligus juru bicara pemerintah dalam penanganan virus Corona Achmad Yurianto di Graha BNPB, Jalan Pramuka, Jakarta Timur pada Sabtu (14/3). "Darurat nasioal gimana, kalau dipegang BNPB kan sudah bencana nasional ini."

Selain itu, Yuri juga menganggapi terkait opsi lockdown yang bisa digunakan untuk mengantisipasi penyebaran virus corona. Secara tegas, ia mengatakan jika lockdown bukanlah suatu pilihan. "Lockdown bukan pilihan. Untuk saat ini bukan pilihan," jelas Yuri.


Seperti yang diketahui, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menggolongkan virus corona sebagai bencana nonalam. "Karena virus ini sudah dikategorikan sebagai pandemi global, maka statusnya adalah bencana non-alam," ujar Kepala BNPB Doni Monardo, Sabtu (14/3).

Sebelumnya, Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus telah menyurati Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait penanganan corona. WHO meminta Jokowi segera mengumumkan darurat nasional corona. Surat tersebut dikirim pada 10 Maret lalu.

Dalam surat tersebut, Tedros mengatakan jika WHO telah bekerja secara maksimal untuk menganalisis dan menyebarluaskan informasi tentang virus corona. Demi mengalahkan virus ini, WHO menyebut perlunya setiap negara untuk mengambil langkah-langkah yang kuat demi menekan angka penyebaran.

"Sayangnya, kami telah melihat kasus yang tidak terdeteksi atau tidak terdeteksi pada tahap awal wabah," ujar Tedros. "Hal ini mengakibatkan peningkatan signifikan dalam kasus dan kematian di beberapa negara."

"Untuk tujuan ini, WHO terus mendesak negara-negara berfokus pada deteksi kasus dan kapasitas pengujian laboratorium," sambungnya. "Terutama di negara-negara dengan populasi besar dan berbagai kapasitas sistem kesehatan di seluruh negara."

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts