Sembuh Dari Corona, Pasien Di Surabaya Ungkap Kunci Utama Cara Bertahan
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Pasien asal Surabaya yang telah sembuh dari virus corona telah memberikan kesaksian dan membongkar kunci utama dirinya sanggup bertahan dalam menghadapi COVID-19. Apa itu?

WowKeren - Wabah virus corona (COVID-19) telah menyebar semakin luas setiap harinya. Kasus COVID-19 di Indonesia juga terus mengalami peningkatan setiap harinya. Hingga Jumat (27/3), Indonesia telah memiliki sebanyak 893 pasien positif corona.

Angka kematian akibat corona di Indonesia sendiri telah meningkat menjadi 78 orang meninggal dunia. Sementara itu, pasien yang telah sembuh dari corona di Indonesia saat ini berjumlah 35 orang.


Baru-baru ini, salah satu pasien asal Surabaya yang telah sembuh dari COVID-19 memberikan kesaksiaannya. Pasien bernama M Budi Hidayat ini menceritakan jika rutinitas sehari-harinya memang membuatnya rentan terjangkit virus corona.

Selama ini, Budi bekerja sebagai Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas 1 Juanda Surabaya. Ia akhirnya dinyatakan positif terkena corona dan berhari-hari harus diisolasi hingga akhirnya dinyatakan sembuh.

Budi merupakan satu dari total 7 pasien COVID-19 yang telah dinyatakan sembuh di Jawa Timur. Budi berkenan membagikan kisah perkenalannya dengan virus yang pertama kali muncul di Wuhan, Tiongkok tersebut.

Budi mengenang pengalamannya saat pertama mengalami gejala virus corona. “Sepulang kerja, pada Jumat (13/3). Saya merasa ada yang gak beres dengan tubuh saya. Gereges (meriang) sepulang dari bandara," cerita Budi, seperti dilansir CNNIndonesia, Kamis (26/3).

Mengingat pekerjaannya yang berisiko terkena corona, Budi akhirnya mengambil inisiatif menghubungi Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA) untuk berkonsultasi malam itu juga. Selagi menunggu perkembangan pemeriksaan dirinya, Budi dengan sadar memilih mengisolasi diri.

Setelah menjalani isolasi mandiri selama dua hari, ia mengaku kondisi tubuhnya semakin drop. “Dua hari masa isolasi, tubuh saya merasa semakin tidak baik," kenang Budi.

Budi lantas kembali melakukan pemeriksaan dan pengecekan di RSUA pada Minggu (15/3) lalu. Hasilnya, ia dinyatakan positif terkena virus corona sehingga dokter menyarankan dirinya menjalani isolasi intensif di rumah sakit. “Ya udah saya masuk RS, ini supaya saya bisa istirahat juga kan,” katanya.

Dalam menghadapi virus corona ini, Budi membongkar kunci utama dirinya bisa bertahan. Menurutnya, yang terpenting adalah selalu banyak istirahat dan sama sekali tidak boleh stres. Ia juga menyampaikan pesan kepada masyarakat agar menghindari keramaian demi mengantisipasi penyebaran COVID-19.

"Hindari kontak dengan orang lain. Hindari berkumpul supaya kita bisa mencegah,” pesan Budi. “Kalau kita sudah sakit, kita (isolasi) sendiri di rumah, minum vitamin, istirahat, makan yang bergizi, pakai masker. Kalau kita sakit yang penting jangan stres.”

Budi sendiri mengaku setelah dirinya dinyatakan positif, pihak RS memintanya mengumpulkan keluarga yang tinggal serumah untuk turut melakukan pemeriksaan swab. Ia begitu lega saat mendapati kabar semua anggota keluarganya negatif corona.

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts