Virus Corona Tak Bisa Ditularkan Melalui Makanan, Ini Kata Peneliti
Dunia
Pandemi Virus Corona

Centers for Disease Control and Prevention (CDC), United States Department of Agriculture (USDA), dan para ahli medis mengatakan tidak ada bukti virus corona disebarkan melalui makanan. Kenapa bisa begitu?

WowKeren - Virus corona yang tengah mewabah di seluruh dunia saat ini menjadi momok yang menakutkan bagi semua orang. Pasalnya, Hingga Sabtu (28/3), worldofmeters mencatat ada 597.267 kasus corona dari seluruh dunia dimana 27.365 meninggal dunia, dan kasus sembuh 133.363.

Diketahui bahwa virus COVID-19 tersebut menyerang saluran pernapasan. Centers for Disease Control and Prevention (CDC), menyebutkan bahwa rute penularan utamanya adalah melalui infeksi droplet atau tetesan orang ke orang, yaitu menghirup air liur aerosol atau lendir yang membawa viral load.


Viral load adalah jumlah partikel virus dalam volume cairan tertentu. Viral load yang lebih tinggi setara dengan kemungkinan infeksi yang lebih kuat.

Selain itu, penularan virus COVID-19 juga melalui batuk dan bersin. Secara teoritis, Covid-19 dapat ditularkan dengan menyentuh permukaan yang terkontaminasi dan kemudian menyentuh hidung, mulut, atau mata.

Lantas, bagaimana jika tetesan dari batuk dan bersin tersebut menempel di makanan? Bisakah makanan di rumah makan menjadi pembawa virus corona?

Kita tidak perlu khawatir apabila memesan makanan selama melakukan isolasi. Pasalnya, ahli mengatakan mustahil untuk pasien tertular dari makanan.

Dilansir dari Business Insider, Sabtu (28/3), CDC, United States Department of Agriculture (USDA), dan para ahli medis mengatakan tidak ada bukti virus corona disebarkan melalui makanan.

Menurut spesialis penyakit menular Yale Medicine, Jaimie Meyer, sampai saat ini tidak ada bukti penularan virus corona melalui makanan. “Cara utama penularan virus dari orang ke orang adalah melalui tetesan langsung (seperti pada saat berada dalam jarak 6 kaki atau 1,8 m dari seseorang ketika mereka batuk atau bersin dan menghirupnya),” katanya.

Sementara itu, dokter emergency dan Direktur Global Health for Northwell Health Dr. Eric Cioe-Pena juga mengatakan hal serupa. "Penularannya melalui epitel pernapasan di hidung, mulut, dan mata Anda," terangnya. "Ini tidak mungkin ditularkan lewat makanan. Lebih mungkin pada tangan sambil memegang kemasan makanan."

Profesor dan spesialis keamanan makanan di North Carolina State University Benjamin Chapman menjelaskan alasan mengapa penularan lewat makanan kemungkinannya kecil. Pertama, langkah-langkah keamanan pangan sudah ada untuk mencegah penyakit yang menempel pada makanan. Hal itu seperti sering mencuci tangan, membersihkan peralatan masak, dan memasak pada suhu yang tepat.

Kedua, faktor biologi virus yang tak dapat bertahan selama berminggu-minggu pada permukaan sesuatu benda. Tidak seperti bakteri, virus tidak dapat tumbuh di dalam makanan. Sehingga, jumlah virus dalam makanan diperkirakan akan berkurang seiring waktu.

Juga secara teori, jenis virus ini seharusnya tidak dapat bertahan di perut karena sangat asam. Mengenai adanya orang terinfeksi dengan menyentuh mulut, Chapman mengatakan kemungkinan itu tetap ada. Tapi sejauh ini dirinya belum memiliki bukti terkait itu.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts