Punya Riwayat TBC-Bronkitis, dr Tirta Ungkap Kondisi Pasca Berstatus PDP Corona
Instagram/dr.tirta
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Dokter Tirta menjalani perawatan rumah sakit pasca mengalami demam dan batuk hingga dinyatakan PDP Corona. Ia kelelahan karena terus mengirim bantuan ke rumah sakit-rumah sakit yang sedang menangani pasien Corona.

WowKeren - Dokter Tirta Mandira Hudhi dikenal sebagai sosok dokter yang berjuang melawan Corona. Meski tak mengobati pasien secara langsung, dokter lulusan FK UGM Yogyakarta ini menjadi orang paling giat dalam mengirim bantuan.

dr Tirta mengajak para influencer dan juga relawan untuk mendatangi sejumlah rumah sakit. Ia mengirimkan chamber disinfektan hingga APD untuk para tenaga medis yang merawat pasien Corona.


Namun saat sedang berjuang, dr Tirta justru kini menjadi salah satu yang terdampak akibat virus Corona. Setelah menjalani dua kali rapid tes, dr asal Solo tersebut kini berstatus sebagai PDP.

Ia kini sedang menjalani perawatan di Kartika Hospital, Jakarta. Sebelumnya, dr Tirta mengakui punya riwayat sakit pernafasan. Ia divonis menderita TBC di usia 8 tahun. Beranjak remaja, dr Tirta juga sempat menderita gue Faringitis, laringitis, tonsilitis, bronkitis dan sinusitis.

Lantas bagaimana kondisi paru-paru dan kesehatan dr Tirta pasca berstatus sebagai PDP? Lewat sosial, ia mengungkap kronologis dan kondisi kesehatannya.

Awalnya, dr Tirta mengungkap kalau ia melakukan isolasi mandiri setelah mengalami gejala seperti penderita Corona. Ia lalu memutuskan masuk ke rumah sakit untuk perawatan.

"Saya memutuskan bedrest total, dan mengunci diri saya sendiri. Saya sudah mulai batuk, gejala demam, ini day 1. Jika sampe day 3 saya ga baik2 aja. Saya terpaksa harus ke rs. Apd saya fokuskan send ke luar pulau. Tim saya yg akan bantu," kata dr Tirta.

Untungnya setelah diperiksa, status dr Tirta berubah dari PDP menjadi ODP. Jika kondisi terus membaik, dr Tirta diprediksi keluar rumah sakit pada Selasa mendatang.

"Rabu (pekan lalu) saya rapid test di @dewan_masjid_indonesia dan hasilnya negatif. Kamis : saya keliling ke 8 rumah sakit kasi apd sampe jam 3 pagi. Jumat: kondisi saya belum tidur, saya ke wisma atlet, makan bakso grobak, depan wisma atlet, sepulang dari wisma atlet, sabtu subjh saya demam + batuk + nyeri TELAN. Jembik. Baksonya kayanya ye. Sabtu : saya ke rs @kartikahospital , paru2 gambaran bronkitis kronis , lab normal, tak ada gambaran faringitis (negatif). Status : pdp (karena riwayat ke redzone). Minggu : rapid test kedua kalinya, NEGATIF, mau d lakukan swab, radang tenggorok sudah ga ada, cari lendir susah, hasil PCR keluar selasa, gejala ga ada lagi, cuma batuk ringan, demam turun tanpa obat. Diagnosa : bronkitis kronis akibat rokok HAHAHAAHAHA BAJILAK. CORONA AMAN, ROKOK MEMBUNUHMU , status ODP HIJAU ! MANTAP CUUUK ! Ga ada halangan, selasa saya cabut dari @kartikahospital , makasih semua yg mendoakan," katanya.

Dr Tirta

Sumber: Facebook

dr Tirta juga mengaku tak akan menyerah dan terus memberikan bantuan. Ia juga mengungkap akan diajak rapat jarak jauh oleh staf khusus presiden.

"Stafsus presiden menghubungi saya, tampaknya saya harus sakit dulu baru mereka akhirnya merespon," kata dr Tirta. "Stafsus rencana akan rapat jarak jauh. Maaf saya nggak bisa turun ke lapangan, tapi akan saya atur semuanya. Saya akan tetap berjuang dari ranjang."

(wk/riaw)

You can share this post!

Related Posts