Jalani Rapid Test Usai Sang Pendeta Meninggal, 226 Jemaat Gereja Bethel Bandung Positif Corona
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Ratusan jemaat Gereja Bethel Bandung menjalani rapid test Jawa Barat setelah sang pendeta meninggal dunia, hasilnya 226 dinyatakan positif terkena virus corona.

WowKeren - Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) telah mengadakan rapid test massal di kota Bandung. Sebanyak 15 ribu orang dilaporkan mengikuti tes virus corona ini.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengungkapkan fakta mengejutkan mengenai rapid test ini melalui teleconference kepada Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin. Sebanyak 667 orang di Bandung dinyatakan positif terkena COVID-19.


Semakin mengejutkan, 226 diantaranya merupakan jemaat Gereja Bethel di Bandung. Ridwan mengatakan jika jemaat Gereja Bethel yang mengikuti rapid test dilaporkan sebanyak 637 orang.

”Yang mengagetkan kedua, dari 15 ribu (rapid test) itu, 677 positif di Kota Bandung. Itu kurang-lebih ada 200 yang positif itu datang dari satu jemaat gereja, Gereja Bethel," kata Ridwan saat melakukan teleconference lewat akun YouTube Wakil Presiden Republik Indonesia, Jumat (3/4). "Dites hanya 600-an, yang positif 226. Dari 637 jemaat Gereja Bethel, 226-nya positif atau 35 persen.”

Mantan Wali Kota Bandung ini menjelaskan jika ratusan jemaat Gereja Bethel diketahui melakukan kontak dengan pendeta mereka. Seperti yang diketahui, pendeta tersebut sudah dinyatakan positif COVID-19.

Pendeta Gereja Bethel Bandung itu sendiri telah meninggal dunia pada 21 Maret lalu. Sang istri yang juga dinyatakan positif virus corona juga meninggal dunia pada 27 Maret lalu di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung setelah menjalani perawatan.

Proses tertularnya para jemaat Gereja Bethel Bandung ini diduga saat mereka semua mengikuti seminar keagamaan yang digelar di Lembang awal Maret 2020. Hingga saat ini, sudah ada lima orang jemaat Gereja Bethel Indonesia yang meninggal dunia.

”Mereka berkumpul (para jemaat gereja), pendeta melakukan sentuhan fisik,” jelas Ridwan. “Dan pendetanya sudah meninggal dunia beserta istrinya karena COVID-19.”

Lebih lanjut Ridwan Kamil berharap agar Pemerintah Indonesia segera kembali melakukan rapid test besar-besaran. Apalagi, keefektifan rapid test telah dibuktikannya sehingga ia berhasil menemukan klaster di Gereja Bethel tersebut.

”Tanpa rapid test, saya nggak temukan Klaster Sukabumi yang beratus-ratus, saya tidak menemukan klaster Gereja Bethel,” ungkap Ridwan. “Ini belum saya sampaikan ke publik, baru ke Bapak.”

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts