BREAKING: Terjadi Ledakan 693 Kasus Dalam Sehari, Total 19.189 Orang Positif Corona
Getty Images
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Pemerintah mencatatkan kembali adanya lonjakan kasus positif harian COVID-19, yakni mencapai 693 orang. Sebelumnya rekor ini dipegang pada data Rabu (13/5) pekan lalu yang mencapai 689 orang.

WowKeren - Indonesia kembali mencatatkan lonjakan kasus harian positif Corona. Tercatat dalam rentang 24 jam terakhir, yakni hingga Rabu (20/5) pukul 12.00 WIB, ada 693 kasus positif COVID-19, sehingga total kasus positifnya menembus 19.189 orang.

Rekor Kasus Harian-1

covid19.go.id

Tambahan 693 orang ini memecahkan rekor kasus harian yang tercatat di Indonesia. Sebelumnya rekor ini dicatat pada Rabu (13/5) pekan lalu dengan 689 kasus.

Rekor Kasus Harian-2

covid19.go.id

Sedangkan untuk jumlah kasus sembuhnya, tercatat ada penurunan menjadi 108 orang. Dengan demikian, sampai hari ini total ada 4.575 kasus positif Corona yang terkonfirmasi sembuh, atau sekitar 23,8 persen.

Penurunan juga terjadi di parameter jumlah kasus meninggal akibat COVID-19. Hari ini dilaporkan ada 21 pasien positif COVID-19 yang meninggal dunia, sehingga totalnya menjadi 1.242 orang atau presentase kematiannya sekitar 6,5 persen.


Rekor Kasus Harian-3

covid19.go.id

Terkait persebarannya, belasan ribu kasus ini dilaporkan sudah tersebar merata di 34 provinsi. Dari 34 provinsi tersebut, DKI Jakarta masih menjadi daerah yang paling terdampak dengan 6.155 kasus terkonfirmasi.

Jawa Timur berada di posisi kedua dengan 2.377 kasus positif COVID-19. Kemudian di belakangnya disusul oleh Jawa Barat dengan 1.700 kasus positif.

Rekor Kasus Harian-4

covid19.go.id

Lonjakan kasus harian yang dicatat hari ini pun seolah membuktikan bahwa Indonesia belum berhasil melalui masa krisis akibat COVID-19. Hal ini tampak dari kurva yang dibuat oleh komunitas relawan internasional, Endcoronavirus (ECV), yang mencatat Indonesia sebagai salah satu negara yang wajib bekerja ekstra untuk melandaikan kurva penyebaran wabahnya.

Kurva itu pula yang menjadi acuan INDEF untuk mengkritik kebijakan pemerintah menerapkan tatanan hidup baru "New Normal". Pasalnya dengan gerakan "New Normal" perlahan-lahan kehidupan masyarakat akan "dilonggarkan" dan dikhawatirkan memicu terjadinya ledakan kasus COVID-19.

"Data hasil PSBB dan kebijakan pandemi COVID-19 di Indonesia paling tidak sukses atau bahkan buruk, dibanding dengan tingkat kesuksesan negara-negara tetangga di ASEAN. " ujar Pendiri INDEF, Didik J Rachbini, dalam keterangan pers tertulisnya, Rabu (20/5). "Dengan melihat fakta yang ada dan kurva yang masih terus meningkat, maka atas dasar apa wacana dan rencana pelonggaran akan dilakukan?"

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts