Wali Kota di Peru Pura-Pura Mati Usai Kepergok Langgar Aturan Karantina Corona
SerbaSerbi
Pandemi Virus Corona

Wali kota tersebut kedapatan berbaring di peti mati sambil mengenakan masker saat hendak ditangkap usai melanggar jam malam untuk menekan angka penularan virus corona.

WowKeren - Seorang wali kota di Tantara, salah satu kawasan di Peru, dilaporkan pura-pura mati setelah ketahuan melanggar aturan pencegahan virus corona, dengan minum-minum bersama temannya.

Adalah Jamie Rolando Urbina Torres, wali kota yang berbaring di peti mati sambil mengenakan masker saat hendak ditangkap di Tantara Senin (18/5) malam waktu setempat. Dikutip dari Daily Mail pada Jumat (22/5), sang wali kota ditangkap karena sudah melanggar jam malam untuk menekan angka penularan virus corona.


Disebutkan bahwa saat itu Urbina Torres ketahuan tengah minum-minum dengan temannya. Bahkan, si pejabat publik mabuk saat penegak hukum mendatanginya. Namun tidak dijelaskan di mana Urbina dan Torres temannya mabuk-mabukan, atau mengapa sampai ada peti yang digunakannya untuk pura-pura mati.

Photo-INFO

Jamie Rolando Urbina Torres sendiri sebelumnya sudah dituding terlalu menganggap remeh wabah corona ini. Ia dikenal tidak menerapkan standar keselamatan di seluruh kota.

Tantara, begitu juga dengan tempat lainnya di seluruh Peru, secara resmi memberlakukan lockdown dari pemerintah pusat 66 hari lalu. Namun, warga lokal yang marah mengungkapkan, Urbina Torres hanya memenuhi aturan itu selama delapan hari, setelah itu dia mengabaikannya.

Usai berita ini mencuat di media, wali kota tersebut pun menjadi sasaran kemarahan warganya dalam pertemuan kota pada 9 Mei. Bahkan, pejabatnya menyerang balik ketika Torres memberi pembelaan. Bukan hanya itu saja, Urbina Tores juga dituduh gagal untuk memberlakukan pemeriksaan keselamatan, untuk memastikan warga yang berada dari luar tak bisa masuk Tantara.

Di sisi lain, kawasan Amerika Selatan kini menjadi episentrum baru COVID-19, di mana baik kasus infeksi dan kematiannya meningkat cepat melebihi wilayah lain di dunia. Hingga berita ini ditulis, Amerika Selatan kini sudah melaporkan 2,1 kasus penularan virus corona. Jumlah tersebut tentunya jauh lebih banyak dari episentrum sebelumnya, Eropa, dengan 1,9 juta kasus.

Sementara itu, Peru melaporkan sebanyak 104,020 kasus COVID-19, dengan sejumlah 3,024 korban meninggal.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts