Terungkap, Dwi Sasono Ternyata Jadi Pengguna Narkoba Sejak Lulus SMA
Instagram/dwisasono
Selebriti
Kasus Narkoba Dwi Sasono

Terungkap sudah bahwa ternyata Dwi Sasono sudah menjadi pengguna narkoba sejak lulus SMA. Tentunya fakta ini berbanding terbalik dengan pengakuan Dwi saat pertama kali diamankan.

WowKeren - Dwi Sasono yang terjerat kasus narkoba telah menjalani assessment guna pengajuan rehabilitasi. Ternyata hasil assessment yang dilakukan pihak kepolisian dengan Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Jakarta Selatan telah mengabulkan permohonan rehabilitasi untuk Dwi Sasono.

Selain itu, pengajuan assessment itu rupanya disetujui setelah merujuk pada riwayat Dwi yang ternyata menjadi pengguna narkoba sejak lulus SMA. Kendati demikian, suami Widi Be3 tersebut harus menjalani rehabilitasi agar tidak lagi ketergantungan dengan benda haram tersebut.


"Dia kan menggunakan, ketergantungan ganja itu bukan setahun dua tahun ya. Itu semasa dia lepas SMA dia sudah memakai itu," ujar Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat, Kompol Vivick Tjangkung, mengutip dari Detik.com saat ditemui di kantornya, Rabu (17/6). Lantaran begitu, terhitung sudah 20 tahun lamanya Dwi menjadi pengguna narkoba.

Fakta tersebut lantas berbanding terbalik dengan pengakuan Dwi saat pertama kali diamankan. Kala itu Dwi berdalih baru menggunakan narkoba sejak virus corona mewabah di Indonesia. Dwi mengkonsumsi barang tersebut untuk mengisi kekosongan karena susah tidur.

"Jadi ketergantungan dia sudah sangat lama dan dia mengakui 'setengah hidup saya, saya kan umurnya 40 tahun'," kata Vivick Tjangkung. "'Jadi setengah hidup saya, saya sudah terjerumus menggunakan narkotika jenis ganja ini, saya akui saya sangat ketergantungan'."

"Dan itu sudah dia sampaikan itu, bahkan dia sudah bicara dan teman-teman wartawan juga sudah dengar," sambung Vivick Tjangkung. Meski begitu, setelah melakukan penyelidikan lebih lanjut pihak kepolisian meyakini bahwa Dwi tidak masuk dalam sindikat pengedar narkoba.

"Kita sudah menyelidik secara mendalam dia tidak ada jaringan pengedar," pungkas Vivick Tjangkung. "Tidak ada jaringan ke arah yang lebih mengarah kepada dia sebagai pengedar atau produksi segala macam itu nggak ada."

(wk/lail)

You can share this post!

Related Posts