Gubernur Khofifah Klaim Rapid Test COVID-19 di Jatim Tertinggi Se-Indonesia
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Melansir situs covid19.go.id, total jumlah kasus COVID-19 di Jatim hingga saat ini telah mencapai 9.857 kasus. Jatim menjadi provinsi dengan jumlah kasus COVID-19 tertinggi kedua setelah DKI Jakarta.

WowKeren - Jumlah kasus positif COVID-19 di Jawa Timur terus meningkat secara signifikan. Menurut Juru Bicara Pemerintah Untuk Penanganan COVID-19, Achmad Yurianto, provinsi Jawa Timur menjadi penyumbang tambahan kasus positif tertinggi pada Senin (22/6) kemarin dengan 315 kasus baru.

Melansir situs covid19.go.id, total jumlah kasus COVID-19 di Jatim hingga saat ini telah mencapai 9.857 kasus. Jatim menjadi provinsi dengan jumlah kasus COVID-19 tertinggi kedua setelah DKI Jakarta.


Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa sendiri menjelaskan bahwa pihaknya memang terus melaksanakan tes COVID-19 massal secara masif. Tes COVID- 19 massal tersebut terdiri dari rapid test, tes cepat molekuler (TCM), dan tes polymerase chain reaction (PCR) atau swab.

Menurut Khofifah, masifnya testing dan tracing inilah yang membuat jumlah kasus positif COVID-19 meningkat. Mantan Menteri Sosial tersebut juga mengklaim bahwa jumlah rapid test yang dilakukan di Jatim merupakan yang tertinggi di Indonesia.

"Sampai hari ini, rapid test yang dilakukan di Jatim menjadi yang tertinggi di Indonesia yaitu sebanyak 213.211," jelas Khofifah pada Senin (22/6). "Di mana, sebanyak 198.160 test dilakukan oleh dinas kesehatan kabupaten/kota dan 16.051 oleh tim COVID-19 Hunter Jatim."

Sebagai informasi, jumlah rapid test di DKI berdasarkan data situs resminya adalah sebanyak 198.160. Sedangkan jumlah rapid test di Jawa Barat adalah sebanyak 156.674.

"Untuk tim COVID-19 Hunter yang diterjunkan Pemprov Jatim telah melakukan testing di 19 kab/kota," tutur Khofifah. "Dan berhasil melakukan tes sebanyak 16.051 test dengan hasil 496 reaktif yang selanjutnya di swab dan ditemukan 115 kasus positif."

Lebih lanjut, Khofifah menjelaskan bahwa saat ini laboratorium yang dapat melakukan pemeriksaan PCR telah bertambah, dari yang sebelumnya hanya 11 menjadi 27 laboratorium rujukan. Sedangkan untuk pemeriksaan TCM, telah meningkat dari yang sebelumnya 12 menjadi 17 laboratorium.

"Dengan peningkatan laboratorium ini pemeriksaan secara kumulatif naik dari 43.296 menjadi 53.503 test dalam satu minggu," ungkap Khofifah. "Kita optimis dengan deteksi dan tracing yang lebih baik, maka penyebaran mata rantai COVID-19 di Jatim bisa segera dihentikan."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts