Kondisi Para Pengungsi Rohingya di Aceh Memprihatinkan dan Masih Butuh Banyak Bantuan
AFP
Nasional

Para pengungsi tersebut saat ini ditampung di bekas Kantor Imigrasi Lhoksemauwe. Mereka memiliki masalah kesehatan kulit dan pencernaan karena terlalu lama terombang-ambing di laut.

WowKeren - Sebanyak 99 pengungsi Rohingya yang diselamatkan warga Aceh di laut Aceh Utara saat ini ditampung di bekas Kantor Imigrasi Lhoksemauwe. Para pengungsi tersebut dilaporkan masih dalam kondisi memprihatinkan dan membahayakan keselamatan mereka karena masalah kesehatan kulit serta pencernaan.

"Kondisinya mulai membaik, hanya ya masih ada kendala kesehatan kulit dan pencernaan. Karena terlalu lama dalam kapal, dan tidak teratur makan," ujar Rima Shah Putra, direktur Yayasan Geutanyoe yang berbasis di Aceh, sebagaimana dilansir dari Republika pada Senin (29/6). "Mereka masih terpaksa tidur di atas tikar dan lantai, menunggu bantuan kasur."


Pada Minggu (28/6) sore, disebutkan bahwa sejumlah kasu kapuk khas Palembang dan bantal yang didatangkan Yayasan Geutanyoe baru tiba di Kantor Imigrasi Lhoksemauwe. "Sekadar pelengkap menunggu penempatan di lokasi baru yang lebih layak," kata Rima menambahkan.

Masyarakat Aceh Utara dan lembaga-lembaga sosial sejauh ini aktif memberikan bantuan kemanusiaan. Yayasan Geutanyoe bersama perkumpulan suaka mengapresiasi setinggi-tingginya tindakan masyarakat Aceh yang mendaratkan perahu para Pengungsi Rohingya dari perairan Aceh Utara.

Sebagai informasi, pada Rabu (24/6) lalu kepolisian Aceh mengonfirmasi bahwa nelayan lokal memindahkan para pengungsi ke kapal motor milik mereka karena kapal pengangkut barang yang sebelumnya ditumpangi pengungsi mengalami kerusakan. Kapal tersebut sempat merapat ke daratan tetapi penumpangnya belum diizinkan turun, menunggu kebijakan otoritas setempat yang mempertimbangkan protokol penanganan pandemi corona (COVID-19).

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi kemudian menyatakan pada Kamis (25/6) bahwa otoritas mengizinkan para pengungsi mendarat dengan pertimbangan kemanusiaan. Para pengungsi Rohingnya akhirnya dievakuasi ke daratan Pantai Lancuk di Kecamatan Syamtalira Bayu. "Berdasarkan pertimbangan kemanusiaan, kami memberikan bantuan darurat bagi mereka," tuturnya.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri RI melaporkan jumlah pengungsi sebanyak 94 orang, yang terdiri dari 49 perempuan, 15 laki-laki, dan 30 anak-anak. Namun menurut data terbaru setelah pengungsi mendarat, jumlahnya adalah 99 orang, terdiri atas 48 perempuan, 17 laki-laki, serta 34 anak-anak berdasarkan catatan Komisioner Tinggi PBB untuk Urusan Pengungsi (UNHCR).

Sementara itu, diketahui para pengungsi Rohingya ini sudah berada dalam kapal dan terombang-ambing di lautan selama beberapa waktu terakhir, serta dalam kondisi kelaparan. Kapal mereka sudah beberapa kali mendarat di beberapa perairan seperti Malaysia dan Bangladesh, namun ditolak otoritas setempat dengan alasan memberlakukan pembatasan pada semua kapal sehubungan dengan pandemi virus corona.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts