Tuai Simpati, Walkot Surabaya Risma Jadi Trending Topic Usai Sujud Minta Maaf di Depan Dokter
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Peristiwa itu terjadi saat Risma melakukan audiensi dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jawa Timur dan IDI Surabaya di Balai Kota Surabaya pada Senin (29/6) hari ini.

WowKeren - Nama Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, masuk dalam jajaran trending topic Twitter Indonesia pada Senin (29/6) hari ini. Nama Risma trending usai videonya sujud sembari terisak menangis di hadapan dokter viral.

Peristiwa itu terjadi saat Risma melakukan audiensi dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jawa Timur dan IDI Surabaya di Balai Kota Surabaya pada hari ini. Risma menangis lantaran pihaknya tidak bisa berkomunikasi dengan RSU dr Soetomo, padahal ia telah berupaya membangun komunikasi berkali-kali.


Video Risma tersebut menuai simpati warganet. Kata kunci "Risma" yang menjadi trending topic pun memuat banyak cuitan yang meminta agar sang Wali Kota bersabar. Beberapa cuitan juga "menyentil" warga Surabaya yang dianggap masih banyak belum mematuhi protokol kesehatan.

Risma

Twitter

"Bu Risma, sabar ya bu. Saya sangat mengerti perasaan anda, sudah bu, anda sudah kerja keras untuk Surabaya tapi warga anda tidak mau patuh. Aku bukan orang Surabaya dan aku menangis," cuit seorang warganet.

"Bagaimana responmu melihat Wali Kotamu seperti ini? Apa kalian semua tidak kasihan? Bu Risma sudah kerja keras untuk warga Surabaya kok ya tetap saja pada keluyuran, belum lagi Gubernurnya ini tidak pokro. Bu Risma ini tidak salah rek, sampai tega sujud minta maaf ke petugas medis," tambah warganet lainnya.

Bu Risma

Twitter

Meski demikian, aksi Risma ini rupanya juga menuai pro-kontra. Beberapa kritik untuk Risma juga datang dari warganet.

"In calm water every ship has a good captain. Rough waters are truer tests of leadership. Ngono loh bu Risma bukan malah nangis kejer pake sujud2an segala," tulis seorang warganet. "Lebih baik mengundurkan diri saja Bu Risma. Daripada 'drama' terus yang menjadi usaha pelampiasan kinerja," tambah warganet lain.

Sebelumnya, Ketua Tim Penyakit Infeksi Emerging dan Remerging (Pinere) RSU dr Soetomo, dr Sudarsono, menyebut ada 3 alasan mengapa tingkat kematian di Jatim sangat tinggi. Salah satu di antaranya karena banyaknya pasien yang tidak bisa mengakses kamar rawat di RSUD dr Soetomo.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts