Kasus Corona RI Terus Melonjak, Menkes Terawan Kembali Anjurkan Jamu dan Obat Tradisional
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Menkes Terawan Agus Putranto kembali memunculkan opsi untuk menggunakan obat tradisional modern asli Indonesia (OMAI), bukan untuk melawan virus Corona namun meningkatkan daya tahan tubuh masyarakat.

WowKeren - Hampir setiap hari Indonesia mencatatkan sampai seribu kasus positif Corona baru. Tercatat sudah lebih dari 55 ribu orang yang dikonfirmasi terinfeksi virus Corona sampai Senin (29/6) kemarin.

Dan di tengah situasi tersebut, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto kembali menggaungkan gagasan konsumsi obat tradisional modern atau obat modern asli Indonesia (OMAI). Namun bukan untuk mengatasi virus Corona secara langsung, OMAI ini untuk memperkuat ketahanan tubuh masyarakat.


"Sudah dilakukan pengembangan obat modern asli Indonesia atau disingkat OMAI," kata Terawan dalam Webinar Nasional IV Bulan Bung Karno 2020 yang diselenggarakan Badan Pendidikan dan Pelatihan Pusat PDI Perjuangan, Selasa (30/6). "Yaitu produk dengan bahan baku dari kekayaan alam Indonesia yang sudah dibuktikan keamanan dan kasiatnya secara ilmiah melalui uji praklinik maupun klinik."

Produksi OMAI ini merupakan salah satu dari 6 strategi yang tengah dikembangkan Kemenkes untuk meningkatkan bidang kesehatan Indonesia. Menurut Terawan, sampai 2019 sudah ada sekitar 80 OMAI yang mampu diekspor ke beberapa negara Asia dan Eropa. Harapannya dalam kurun waktu 3 tahun dapat makin berkembang sampai menciptakan 32 industri obat tradisional.

"Total di 2019, (terdapat) 20 industri obat tradisional," kata Terawan, seperti dilansir dari Berita Satu. "Dalam rangka peningkatan kemandirian telah dilakukan hilirisasi hasil penelitian menjadi produk inovasi yang diproduksi industri kesehatan dalam negeri."

Pada kesempatan itu Terawan juga membeberkan semua yang sudah dilakukan Kemenkes untuk meningkatkan aspek kesehatan Indonesia. Untuk pengentasan COVID-19 sendiri Kemenkes tengah mendorong produksi reagen PCR dan rapid test serta ICJ dalam negeri.

Selain itu, Kemenkes juga terus berusaha memenuhi kebutuhan ventilator dalam negeri yang meningkat akibat pandemi COVID-19. Salah satunya dengan menggandeng beberapa perguruan tinggi dan lembaga penelitian untuk menciptakan produk inovatif.

"Sampai saat ini sudah dilakukan pendampingan terhadap 36 inovator untuk pengembangan ventilator. Sebanyak 4 inovator ventilator sudah berizin," terang purnawirawan TNI yang berpangkat sebagai Letnan Jenderal itu.

Namun Terawan juga secara tersirat mengingatkan bahwa Kemenkes tak hanya mengurusi masalah pandemi Corona. Terawan menyebut Kemenkes juga diserahi tanggung jawabuntuk menurunkan angka stunting serta angka kematian ibu dan bayi. Selain itu Kemenkes juga diharuskan mengendalikan harga obat serta peningkatan penggunaan alat kesehatan produksi dalam negeri.

Kemenkes saat ini pun sedang fokus untuk melakukan pemerataan kesehatan terutama di daerah perbatasan dan tertinggal. Serta selain itu juga berusaha mengintegrasikan pelayanan kesehatan tradisional dalam pengobatan Indonesia.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts