Korut Tak Mau Lagi Negosiasi dengan AS, Klaim Hanya Dijadikan Alat Politik
Dunia

Pernyataan Korut ini muncul setelah perwakilan AS dijadwalkan akan mengunjungi Korsel pada Minggu (12/7) mendatang dan bertujuan membahas perundingan dengan Korut yang saat ini tersendat.

WowKeren - Pemerintah Korea Utara rupanya telah menutup pintu negosiasi dengan Amerika Serikat. Negari yang dipimpin oleh Kim Jong Un tersebut berpendapat bahwa diskusi antara kedua negara hanya merupakan alat politik bagi Washington.

Korea Utara mengatakan negosiasi tidak akan berhasil antara Washington dan Pyongyang dan tidak akan ada perubahan dalam kebijakan mereka. Mereka bahkan mengklaim bahwa AS sengaja mengajak Korut berdialog hanya untuk mengatasi krisis yang terjadi di negara Paman Sam tersebut.


"Kami tidak merasa perlu untuk bertatap muka dengan AS. Dialog tidak lebih dari alat untuk mengatasi krisis politik mereka," kata Wakil Menteri Luar Negeri Korut, Choe Son Hui, dilansir dari Reuters pada Senin (6/7).

Pernyataan Korut ini muncul setelah perwakilan AS dikabarkan akan mengunjungi Korea Selatan. Wakil Sekretaris Negara AS, Stephen Biegun, dijadwalkan akan mengunjungi Korsel pada Minggu (12/7) mendatang. Kedatangan Biegun ditujukan guna membahas perundingan dengan Korut yang saat ini tersendat.

Seperti yang diketahui, hubungan antara Korut dan Korsel memang tengah memanas. Ketegangan kedua negara meningkat setelah Korea Utara meledakkan kantor penghubung antar-Korea dan mengancam tindakan militer atas kelakuan para pembelot di Korea Selatan yang mengirim selebaran anti-Korea Utara melintasi perbatasan.

Sementara itu, Presiden Korsel Moon Jae-in mengatakan bahwa Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korut Kim Jong-un harus bertemu lagi sebelum pemilu AS November mendatang. Dia mengatakan pertemuan itu akan membantu melanjutkan kembali perundingan nuklir.

Sedangkan mantan penasihat keamanan nasional Trump, John Bolton, mengatakan Trump akan mencari KTT lain dengan Kim sebagai "Kejutan Oktober" menjelang pemilihan. Trump dan Kim sebelumnya bertemu untuk pertama kalinya pada 2018 di Singapura.

Keduanya bertemu kembali di Vietnam pada 2019. Tetapi pembicaraan itu berantakan ketika Trump mengatakan Kim gagal menawarkan cukup senjata nuklir atau rudal balistik sebagai imbalan atas pencabutan sanksi internasional.

Pertemuan ketiga mereka terjadi pada Juni 2019 di zona demiliterisasi yang memisahkan kedua Korea. Keduanya sepakat untuk memulai kembali perundingan. Namun pembicaraan tingkat kerja antara kedua pihak di Swedia pada Oktober terputus.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts